![]() |
| Rapat Forkopimda Bahas Kelangkaan BBM & LPG 3 Kg |
JENEPONTO, BB – Pemerintah Kabupaten Jeneponto menggelar rapat koordinasi bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) guna membahas langkah penanganan kelangkaan BBM dan LPG 3 Kg yang belakangan mulai dirasakan masyarakat. Senin 14/09/2026
Rapat dipimpin langsung oleh Bupati Jeneponto, H. Paris Yasir, SE., MM., dan dihadiri unsur TNI, Polri, Kejaksaan, Staf Ahli Bupati, Asisten, Kepala Perangkat Daerah, Camat, serta para pengelola SPBU se-Kabupaten Jeneponto.
Pertemuan ini digelar untuk menyikapi keresahan masyarakat akibat antrean panjang di sejumlah SPBU serta sulitnya mendapatkan LPG 3 Kg di berbagai wilayah. BBM dan LPG 3 Kg merupakan kebutuhan pokok yang menunjang aktivitas harian masyarakat, sehingga kelangkaan menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Salah satu keputusan utama dalam rapat adalah penerapan sistem pengisian BBM ganjil-genap berdasarkan nomor polisi kendaraan dan tanggal kalender:
Dengan ketentuan tersebut, kendaraan dengan nomor polisi akhir ganjil melakukan pengisian pada tanggal ganjil, sementara kendaraan dengan nomor polisi akhir genap melakukan pengisian pada tanggal genap
Sistem ini hari ini mulai diterapkan secara terbatas di tiga SPBU: SPBU Paccellanga, SPBU Boyong, dan SPBU Kalukuang. Mulai besok, seluruh 10 SPBU di Kabupaten Jeneponto wajib menerapkan aturan ini.
Berikut daftar 10 SPBU di Kabupaten Jeneponto:
SPBU Allu, SPBU Paccellanga, SPBU Boyong, SPBU Kalukuang, SPBU Jalan Pahlawan 1, SPBU Jalan Pahlawan 2, SPBU Bulobulo, SPBU Lingkar, SPBU Taroang, dan SPBU Tolo'.
Penerapan sistem ini diharapkan dapat mengurai antrean serta memastikan distribusi BBM lebih tertib dan merata.
Selain BBM, persoalan LPG 3 Kg turut dibahas secara mendalam. Masyarakat tidak hanya mengeluhkan sulitnya mendapatkan gas bersubsidi, tetapi juga adanya ketidakseragaman harga di lapangan. Pemkab Jeneponto bersama Forkopimda akan memperketat koordinasi dan pengawasan agar penyaluran LPG 3 Kg berjalan sesuai aturan dan tidak merugikan masyarakat.
Pemerintah menghimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik. Hindari pembelian berlebihan atau menimbun BBM maupun LPG karena justru akan memperparah ketersediaan bagi warga lain.
"Belilah sesuai kebutuhan. Jangan menimbun. Jangan panik."
Masyarakat juga diminta tidak mudah percaya informasi yang belum jelas kebenarannya. Pemerintah memastikan persoalan ini terus dipantau dan ditangani bersama seluruh pihak terkait.
Semua pihak diharapkan bekerja sama pemerintah, aparat, pengelola SPBU dan masyarakat agar kondisi ini segera teratasi dengan tertib. (Rezky)


