Menembus Tantangan Pengobatan TB Meningitis, Mahasiswa Unhas Kembangkan Sistem Penghantaran ke Otak -->
Cari Berita

Advertisement

Masukkan iklan banner 970 X 90px di sini

Menembus Tantangan Pengobatan TB Meningitis, Mahasiswa Unhas Kembangkan Sistem Penghantaran ke Otak

Berita Bersatu
01 September 2026


BERITABERSATU.COM -- Berangkat dari tantangan penghantaran obat menuju otak pada tuberkulosis meningitis (TBM), mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Hasanuddin (Unhas) mengembangkan inovasi sistem penghantaran pirazinamid melalui rute transnasal. Penelitian ini dilakukan melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) oleh Wa Ode Nazwa Nurul Khatimah sebagai ketua bersama Aliah Nur Syafitri, Nadiah Rahmarizany Mustafa, Nurhikma, dan Immanuel Sandra Rantekata sebagai anggota, di bawah bimbingan Dewi Purwaningsih, S.Si., M.S.Farm., Apt.


Inovasi yang dikembangkan bernama PZA-NLC-TSG, yaitu sistem penghantaran pirazinamid (PZA) yang mengombinasikan Nanostructured Lipid Carrier (NLC) dengan Thermosensitive In Situ Gel (TSG). Sistem ini dirancang untuk diberikan melalui hidung sebagai salah satu pendekatan penghantaran obat secara transnasal yang ditujukan untuk mendukung penghantaran menuju sistem saraf pusat (otak).


TB meningitis merupakan infeksi tuberkulosis yang menyerang sistem saraf pusat. Salah satu tantangan dalam terapinya adalah penghantaran obat menuju jaringan otak sebagai lokasi infeksi. Pirazinamid merupakan salah satu obat antituberkulosis yang digunakan dalam regimen pengobatan TB.


Dalam formulasi PZA-NLC-TSG, NLC berperan sebagai sistem pembawa pirazinamid, sementara TSG membantu mempertahankan sediaan pada mukosa hidung. Sediaan diberikan dalam bentuk cair dan dirancang mengalami perubahan menjadi gel ketika mencapai suhu tubuh. Karakteristik tersebut diharapkan dapat memperpanjang waktu kontak sediaan pada mukosa hidung dan mendukung proses penghantaran obat.


Hasil penelitian menunjukkan bahwa PZA-NLC-TSG telah berhasil dikembangkan dengan karakteristik formulasi yang mendukung pengembangan lebih lanjut sebagai sistem penghantaran obat melalui rute transnasal. Formulasi juga menunjukkan karakteristik fisik yang sesuai serta kemampuan gelasi pada kondisi yang mendekati suhu tubuh.


Rute transnasal dipilih karena rongga hidung memiliki keterhubungan dengan sistem saraf pusat melalui jalur olfaktorius dan trigeminal. Pendekatan tersebut menjadi dasar bagi tim dalam mengembangkan sistem penghantaran pirazinamid yang ditujukan untuk mendukung penghantaran obat menuju otak.


Penelitian PZA-NLC-TSG selanjutnya terus dikembangkan melalui berbagai pengujian untuk mengevaluasi karakteristik pelepasan dan penghantaran obat. Tim berharap inovasi ini dapat menjadi salah satu pendekatan yang berpotensi dikembangkan lebih lanjut dalam teknologi penghantaran obat secara transnasal untuk mendukung pengembangan terapi tuberkulosis meningitis. (**)