Tim Monev Ditlantas Polda Sulsel Evaluasi Kampung Tertib Lalu Lintas di Bone -->
Cari Berita

Advertisement

Masukkan iklan banner 970 X 90px di sini

Tim Monev Ditlantas Polda Sulsel Evaluasi Kampung Tertib Lalu Lintas di Bone

Berita Bersatu
20 Agustus 2026

Tim Monev Ditlantas Polda Sulsel Evaluasi Kampung Tertib Lalu Lintas di Bone


BERITABERSATU.COM, BONE — Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Subdit Kamsel Ditlantas Polda Sulsel melakukan evaluasi terhadap program Kampung Tertib Lalu Lintas di Kabupaten Bone, Kamis (20/8/2026) sore.


Kampung Tertib Lalu Lintas yang berada di kawasan Perumahan Puri Graha Permai, Jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo, Bone, menjadi lokasi kunjungan tim untuk melihat secara langsung pelaksanaan program sekaligus mengecek sarana dan prasarana pendukung.


Tim Monev yang dipimpin Kompol Fitriawan diterima Kasat Lantas Polres Bone AKP Riyanda Putra Utama bersama personel Satlantas Polres Bone. Turut hadir perwakilan PT Jasa Raharja Watampone, Dinas Perhubungan, serta Lurah Macanang.


Dalam kunjungan tersebut, tim melakukan pengecekan terhadap berbagai fasilitas yang tersedia di kawasan Kampung Tertib Lalu Lintas. Evaluasi dilakukan untuk memastikan program berjalan sesuai tujuan dan dapat terus dikembangkan.


Kasat Lantas Polres Bone AKP Riyanda Putra Utama mengatakan, monitoring dan evaluasi diperlukan untuk mengetahui sejauh mana implementasi program Kampung Tertib Lalu Lintas berjalan di tengah masyarakat.


“Sekaligus mengidentifikasi berbagai aspek yang perlu ditingkatkan secara berkelanjutan,” kata Riyanda, Jumat (21/8/2026).


Menurut dia, Kampung Tertib Lalu Lintas tidak hanya berorientasi pada penyediaan sarana dan prasarana, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran serta budaya tertib berlalu lintas di masyarakat.


Upaya tersebut dilakukan melalui edukasi, pembinaan, dan penguatan partisipasi masyarakat dalam mendukung keselamatan, keamanan, ketertiban, serta kelancaran lalu lintas.


Riyanda berharap keberadaan program tersebut dapat memperkuat sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, pemangku kepentingan terkait, dan masyarakat.


“Dengan demikian, dapat terwujud lingkungan yang tertib, aman, dan berorientasi pada keselamatan seluruh pengguna jalan,” pungkasnya.


Laporan : Suparman Warium