![]() |
| Rumah BUMN Selayar Bekali Pelaku UMKM Jurus Cerdas Hitung Balik Modal dan Keuntungan |
BERITABERSATU.COM, SELAYAR — Mengelola usaha tak lagi cukup hanya mengandalkan perkiraan. Demi memperkuat literasi keuangan para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Rumah BUMN Selayar menggelar pelatihan bertajuk “Break Even Point (BEP): Cara Mudah Hitung Balik Modal dan Keuntungan” di Co-Working Space Rumah BUMN Selayar pada Rabu (12/8/2026).
Sebanyak 19 mitra binaan antusias mengikuti pelatihan yang dirancang khusus untuk membantu pengusaha lokal mengambil keputusan bisnis berbasis data finansial yang akurat.
Hadir sebagai pemateri, Chief Rumah BUMN Selayar, Wahdani Sariwarsi, membedah secara mendalam konsep Break Even Point (BEP) atau titik impas—sebuah kondisi penting di mana pendapatan usaha setara dengan total biaya yang dikeluarkan.
Menurut Wahdani, penguasaan materi BEP merupakan pondasi utama agar UMKM tidak merugi. Selain mematok batas minimal penjualan, kalkulasi BEP menjadi rujukan penting dalam menentukan harga jual, mengevaluasi efisiensi biaya, hingga menyusun target laba yang rasional.
"Pelaku UMKM perlu mengetahui angka-angka dasar dalam usahanya. Dengan memahami BEP, mereka bisa mengetahui berapa minimal produk yang harus terjual untuk menutup biaya dan mulai menghasilkan keuntungan. Ini penting agar keputusan usaha tidak hanya berdasarkan perkiraan," tegas Wahdani.
Dalam sesi tersebut, peserta diajak membedah perbedaan antara biaya tetap (fixed cost) dan biaya variabel (variable cost) serta pengaruhnya terhadap kestabilan finansial toko atau produksi mereka. Supaya tak terkesan rumit, materi disampaikan lewat pendekatan praktis dan studi kasus yang relevan dengan bisnis harian peserta.
Suasana pelatihan berlangsung interaktif. Para peserta diajak langsung mengidentifikasi komponen biaya pada usaha masing-masing, dilanjutkan dengan simulasi perhitungan target penjualan yang realistis.
Lewat agenda ini, Rumah BUMN Selayar menegaskan komitmennya untuk tidak sekadar mendorong UMKM menggenjot omzet, tetapi juga membangun kecakapan dalam mengendalikan beban biaya dan mengukur kesehatan bisnis secara mandiri. Langkah ini diharapkan dapat mencetak UMKM Selayar yang tangguh, terukur, dan siap naik kelas. (**)


