![]() |
| Mahasiswa KKN Unhas Olah Limbah Kulit Pisang dan Air Cucian Beras Menjadi Pupuk Organik Cair |
BERITABERSATU.COM, BANTAENG – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan program kerja Pemanfaatan Limbah Kulit Pisang dan Air Cucian Beras Menjadi Pupuk Organik Cair (POC) di Kantor Kelurahan Mallilingi, Kecamatan Bantaeng, Kabupaten Bantaeng, Rabu (05/08/2026) pukul 09.00 WITA. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya memperkenalkan pemanfaatan limbah organik menjadi produk yang dapat mendukung kegiatan pertanian.
Program tersebut merupakan bagian dari KKN Tematik Pertanian dan Teknologi Tepat Guna Gelombang 116 Universitas Hasanuddin yang berfokus pada pemanfaatan potensi dan sumber daya lokal melalui inovasi sederhana. Kegiatan ini bertujuan mengenalkan kulit pisang dan air cucian beras sebagai bahan yang dapat dimanfaatkan dalam pembuatan pupuk organik cair.
Penanggung jawab program kerja, Nur Fadillah, mahasiswa Program Studi Agroteknologi Universitas Hasanuddin, menjelaskan bahwa program tersebut dirancang untuk mengurangi limbah sekaligus memperkenalkan alternatif pemanfaatan bahan organik yang mudah ditemukan di lingkungan masyarakat.
"Melalui program ini, kami ingin menunjukkan bahwa limbah seperti kulit pisang dan air cucian beras masih dapat dimanfaatkan menjadi sesuatu yang berguna. Selain membantu mengurangi limbah, pengolahannya menjadi pupuk organik cair diharapkan dapat memberikan alternatif yang sederhana dan mudah diterapkan oleh masyarakat," ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN memberikan penjelasan mengenai manfaat limbah kulit pisang dan air cucian beras bagi pertanian sekaligus mendemonstrasikan secara langsung tahapan pembuatan pupuk organik cair. Melalui penjelasan dan demonstrasi tersebut, peserta diperkenalkan pada proses pengolahan bahan organik yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar menjadi pupuk yang dapat dimanfaatkan untuk tanaman.
Sementara itu, AR Sakbir Jepsah, selaku Ketua RW 5, mengapresiasi pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, kegiatan ini memberikan pengalaman langsung dalam memahami proses pengolahan limbah rumah tangga menjadi pupuk organik cair.
"Sebelumnya saya pernah mendengar hal ini, tetapi tidak tahu cara pengolahannya. Kami hanya tahu sekadar informasi bahwa limbah rumah tangga bisa jadi pupuk. Baru kali ini ada yang mempraktikkan dan mendemonstrasikan langsung cara pengolahannya kepada kami," tuturnya.
Melalui program ini, mahasiswa KKN Tematik Pertanian dan Teknologi Tepat Guna Gelombang 116 Universitas Hasanuddin berharap masyarakat dapat meningkatkan pemanfaatan limbah organik di lingkungan sekitar sekaligus memperoleh pengetahuan mengenai alternatif pengolahan limbah yang dapat mendukung kegiatan pertanian.
Penulis: Mahasiswa KKN Tematik Pertanian dan Teknologi Tepat Guna Gelombang 116 Universitas Hasanuddin, Posko Kelurahan Mallilingi 1.


