Beritabersatu.com, Sidrap -- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 69 Universitas Hasanuddin menggelar program edukasi “Cerdas Mengelola Obat di Rumah: Gerakan Edukasi DAGUSIBU bagi Masyarakat Desa Compong”. Kegiatan ini dilaksanakan sebanyak tiga kali pada 24 Juli, 31 Juli, dan 7 Agustus 2026 di masjid masing-masing dusun di Desa Compong, Kecamatan Pitu Riase, Kabupaten Sidenreng Rappang.
Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang cara mengelola obat dengan aman melalui konsep DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang). Dalam kegiatan tersebut masyarakat diedukasi untuk memperoleh obat dari fasilitas kesehatan atau apotek resmi, menggunakan obat sesuai dosis, aturan pakai, dan waktu yang dianjurkan, menyimpan obat di tempat yang sesuai, serta membuang obat kedaluwarsa atau sisa pakai dengan cara yang benar dan tidak mencemari lingkungan.
Edukasi DAGUSIBU dilaksanakan berdasarkan hasil observasi dan identifikasi di lapangan yang menunjukkan tingginya penggunaan obat di masyarakat. Hal ini dipengaruhi oleh banyaknya penderita penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes melitus tipe II, dan hiperkolesterolemia. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai pengelolaan obat di tingkat rumah tangga agar dapat mencegah kesalahan penggunaan obat, mengurangi risiko kejadian yang tidak diinginkan, dan menjamin keamanan penggunaan obat.
Sebanyak 54 warga mengikuti rangkaian kegiatan. Metode yang digunakan meliputi penyampaian materi, diskusi, dan tanya jawab secara interaktif. Sebagai media pendukung digunakan leaflet edukasi agar peserta bersama keluarga dapat mempelajari kembali materi di rumah. Evaluasi dilakukan melalui pretest dan posttest untuk mengukur perubahan pengetahuan peserta sebelum dan sesudah kegiatan.
Melalui program ini, mahasiswa KKN-PK Unhas berharap masyarakat Desa Compong dapat membiasakan pengelolaan obat yang tepat dan bertanggung jawab di rumah. Dengan penerapan prinsip DAGUSIBU secara konsisten, diharapkan dapat meminimalkan risiko kesalahan penggunaan obat serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Desa Compong. (**)


