![]() |
| Ketua STIE Mahardhika Surabaya, Dr. Anita Kartika Sari, S.T., M.T., M.M., |
BERITABERSATU.COM, SURABAYA – Setiap pembaca menemukan makna yang berbeda dari sebuah buku, bergantung pada pengalaman hidup dan amanah yang dijalaninya. Hal itulah yang dirasakan Ketua STIE Mahardhika Surabaya, Dr. Anita Kartika Sari, S.T., M.T., M.M., setelah menuntaskan pembacaan buku MotivAction: Inspirasi Islami untuk Menggerakkan Hidup, Kerja, dan Bisnis Penuh Makna karya Dr. Heri Cahyo Bagus Setiawan pada Selasa (28/7/2026).
"Luar biasa. Ini buku yang istimewa dan sangat membantu kita semua. Buku ini mengajak kita menjaga tindak tanduk, baik dalam sikap maupun lisan, yang sering kali justru kita abaikan dalam kehidupan sehari-hari," ungkapnya.
Menurut Dr. Anita, MotivAction bukan sekadar menghadirkan motivasi, tetapi juga mengajak pembaca membangun karakter, memperkuat kepemimpinan, dan menumbuhkan nilai-nilai Islam yang relevan dengan kehidupan pribadi maupun profesional.
Perhatian terbesarnya tertuju pada Bab 6: Menjaga Lisan di Tempat Kerja. Sebagai perempuan yang dipercaya memimpin perguruan tinggi, ia menilai komunikasi yang beretika merupakan fondasi utama dalam membangun budaya kerja yang sehat.
"Lingkungan kerja yang baik tidak hanya dibangun oleh sistem atau sumber daya manusia yang kompeten, tetapi juga oleh komunikasi yang beretika, saling menghargai, dan penuh tanggung jawab. Menjaga lisan bukan berarti menghindari kritik, melainkan memastikan setiap ucapan disampaikan dengan niat yang baik, berdasarkan fakta, dan menghadirkan solusi," tuturnya.
Ia juga mengapresiasi doa yang menjadi pembuka bab tersebut karena mengingatkan pentingnya menjadikan lisan sebagai perekat harmoni, bukan pemicu perpecahan. Baginya, budaya komunikasi yang positif akan melahirkan lingkungan belajar dan bekerja yang produktif serta memperkuat kepercayaan di dalam organisasi.
Selain itu, Dr. Anita mengaku banyak memperoleh inspirasi dari Bab 9: Menggali Potensi Diri untuk Ber-Value. Menurutnya, pesan tersebut sangat sejalan dengan peran perguruan tinggi dalam menyiapkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Tugas pendidikan tinggi bukan sekadar melahirkan lulusan yang cerdas, tetapi membentuk individu yang mampu mengenali potensinya, mengembangkannya secara optimal, dan menghadirkan nilai bagi lingkungan, dunia kerja, serta masyarakat. Keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh penguasaan ilmu, tetapi juga oleh karakter, integritas, kreativitas, dan kemauan untuk terus belajar sepanjang hayat," katanya.
Ia menambahkan, setiap mahasiswa memiliki potensi yang unik. Karena itu, perguruan tinggi harus menjadi ruang yang mendorong mereka mengenali keunggulan diri, mengembangkan kompetensi, serta berani menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Di luar perannya sebagai pimpinan perguruan tinggi, Dr. Anita mengaku paling tersentuh saat membaca Bab 5: Anak, Investasi Dunia dan Akhirat. Sebagai seorang ibu, ia menilai pesan tersebut mengingatkan bahwa keberhasilan anak tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari karakter, akhlak, dan manfaat yang mereka hadirkan bagi sesama.
"Sebagai seorang ibu, saya tentu berharap anak-anak tumbuh sehat, bahagia, dan berprestasi. Namun, buku ini mengingatkan bahwa investasi terbaik adalah melahirkan pribadi yang berkarakter, berakhlak mulia, bertanggung jawab, mencintai ilmu, serta membawa manfaat bagi orang lain. Itulah investasi dunia dan akhirat yang sesungguhnya," ujarnya.
Menanggapi refleksi tersebut, penulis MotivAction, Dr. Heri Cahyo Bagus Setiawan, mengaku bersyukur karena setiap pembaca mampu menemukan makna yang berbeda sesuai dengan latar belakang dan amanah yang dijalaninya.
"Sejak awal saya berharap MotivAction tidak berhenti sebagai bacaan, tetapi menjadi ruang refleksi bagi siapa pun. Seorang pemimpin dapat menemukan makna tentang kepemimpinan, pendidik menemukan nilai pembentukan karakter, orang tua menemukan pelajaran tentang keluarga, sementara pelaku usaha menemukan inspirasi dalam membangun etos kerja dan bisnis. Bagi saya, sebuah buku menemukan makna sesungguhnya ketika mampu berbicara kepada setiap pembacanya dengan cara yang berbeda," ujarnya.
Refleksi Dr. Anita menunjukkan bahwa kekuatan MotivAction tidak hanya terletak pada pesan-pesan motivasinya, tetapi juga pada kemampuannya menghadirkan makna yang berbeda bagi setiap pembaca. Dari kepemimpinan, pendidikan, keluarga, hingga dunia kerja, buku ini mengajak pembacanya berdialog dengan diri sendiri, memperkuat karakter, dan menghadirkan nilai dalam setiap peran yang dijalani. (Tahrir)


