![]() |
| Implementasi Program 'JAGOAN' Mahasiswa KKN-PK Unhas di Tonrong Rijang Sidrap |
BERITABERSATU.COM, SIDENRENG RAPPANG — Sebagai bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat di bidang kesehatan serta implementasi Tridharma Perguruan Tinggi, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 69 Universitas Hasanuddin (Unhas) Wilayah Desa Tonrong Rijang, Kecamatan Baranti, Kabupaten Sidenreng Rappang, sukses melaksanakan program kerja individu yang komprehensif dan edukatif bertajuk "JAGOAN" (Jaga Kebersihan, Aksi Optimal, dan Edukasi Kesehatan dengan PHBS).
Kegiatan interaktif yang dirancang khusus untuk usia anak sekolah dasar ini dilaksanakan pada hari Rabu, 29 Juli 2026, bertempat di ruang kelas SD Negeri 1 Tonronge dengan melibatkan total 22 orang siswa kelas 2 sebagai sasaran utama penerima manfaat.
Pelaksanaan program kerja unggulan ini dilatarbelakangi oleh kesadaran mendalam akan pentingnya penanaman dan pembiasaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lingkungan institusi pendidikan dasar. Sekolah sering kali menjadi titik krusial penularan berbagai penyakit menular akibat interaksi sosial antar anak yang cukup tinggi.
Berdasarkan data observasi serta literatur kesehatan lingkungan, penyakit berbasis perilaku seperti infeksi saluran pencernaan dan diare masih mendominasi masalah kesehatan anak usia sekolah apabila kebiasaan dasar seperti kebersihan tangan diabaikan. Melalui pendekatan edukatif yang kreatif, ramah anak, serta aplikatif, program "JAGOAN" hadir sebagai solusi preventif guna membangun fondasi kesadaran kesehatan masyarakat dari usia dini.
Program ini tidak hanya berorientasi pada penyampaian informasi, tetapi juga membentuk memori motorik anak agar terbiasa menjaga higienitas diri secara mandiri baik di lingkungan sekolah maupun di dalam kehidupan sehari-hari bersama keluarga di rumah.
“Melalui program JAGOAN ini, kami ingin menanamkan kesadaran sejak dini bahwa kesehatan dan kebersihan tangan adalah kunci utama pencegahan penyakit menular. Antusiasme adik-adik kelas 2 SD Negeri 1 Tonronge luar biasa tinggi, dan kami berharap pembiasaan cuci tangan 6 langkah serta penerapan PHBS secara konsisten ini dapat melekat menjadi gaya hidup sehat mereka sehari-hari,” ujar Magfirah, mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan Angkatan 2023 sekaligus penanggung jawab program kerja individu KKN-PK Angkatan 69 Unhas Posko Desa Tonrong Rijang.
Guna memaksimalkan daya serap dan antusiasme peserta didik, rangkaian pelaksanaan program kerja "JAGOAN" dikemas secara terstruktur melalui beberapa tahapan metode pembelajaran yang partisipatif. Kegiatan diawali dengan pengisian pre-test sederhana untuk memetakan tingkat pemahaman kognitif awal para siswa terkait pentingnya menjaga kebersihan tubuh dan lingkungan.
Tahap ini kemudian dilanjutkan dengan sesi penyuluhan interaktif mengenai pengenalan konsep dasar PHBS yang dikombinasikan secara menarik melalui metode dongeng edukatif agar materi lebih mudah dicerna oleh anak-anak usia tujuh hingga delapan tahun. Di tengah berlangsungnya kegiatan, diselenggarakan pula sesi kuis evaluasi interaktif guna menguji tingkat pemahaman serta menjaga konsentrasi peserta didik terhadap materi yang baru saja disampaikan.
Puncak dari keseluruhan rangkaian kegiatan diisi dengan demonstrasi langsung serta praktik mandiri mengenai tata cara Mencuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) sesuai standar medis dan anjuran WHO, yakni panduan 6 langkah cuci tangan yang benar. Sebanyak 22 siswa kelas 2 dibimbing secara langsung dan penuh kesabaran untuk memperagakan setiap tahapan menggunakan air mengalir dan sabun antiseptik secara tertib dan bergantian.
Rangkaian acara ditutup dengan pengisian post-test untuk mengukur tingkat signifikansi peningkatan pengetahuan siswa pascakegiatan, serta penyerahan penghargaan berupa reward khusus kepada peserta yang paling aktif maupun kepada seluruh partisipan sebagai bentuk apresiasi dan motivasi positif.
Berdasarkan hasil analisis lembar evaluasi yang dilakukan sebelum dan sesudah kegiatan, program "JAGOAN" terbukti menunjukkan tingkat efektivitas dan keberhasilan yang sangat tinggi. Terjadi peningkatan rerata skor pemahaman siswa yang signifikan pada post-test dibandingkan pre-test, serta seluruh siswa mampu memperagakan kembali tahapan cuci tangan 6 langkah dengan benar.
Melalui kesuksesan program ini, mahasiswa KKN-PK Angkatan 69 Unhas berharap pihak sekolah, guru, serta orang tua murid dapat terus bersinergi dalam merawat kebiasaan baik ini, sehingga derajat kesehatan anak-anak di Desa Tonrong Rijang, Kecamatan Baranti, Kabupaten Sidenreng Rappang, dapat terus terjaga secara berkelanjutan. (**)


