![]() |
| Inovasi 'Smart Hydro Loop' Unhas Kini Jadi Role Model Pertanian Berkelanjutan di Bone |
BERITABERSATU.COM, BONE – Sektor pertanian di Kabupaten Bone bersiap memasuki era baru yang lebih modern dan efisien. Melalui sinergi taktis antara akademisi dan pemerintah daerah, teknologi irigasi cerdas berbasis Internet of Things (IoT) buatan mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) resmi diadopsi untuk mengatasi tantangan keterbatasan air di wilayah tersebut.
Langkah strategis ini dikukuhkan melalui penandatanganan Letter of Agreement (LoA) sekaligus pelegalan integrasi teknologi dalam Berita Acara Hasil Rapat Kerja Komisi Irigasi Kabupaten Bone pada Kamis (30/7/2026) di Hotel Novena, Watampone.
Inovasi bernama Uwai Tuo Mannennungeng tersebut dikembangkan oleh Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Unit Kegiatan Mahasiswa Keilmuan dan Penalaran Ilmiah (UKM KPI) Unhas. Sistem irigasi pintar yang menjadi bagian dari program Smart Hydro Loop ini dirancang untuk memantau kondisi lahan secara real-time dan terbukti mampu menghemat penggunaan air hingga 25 persen.
Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (SDABK) Kabupaten Bone, Kasdar, ST., M.Si., menyatakan kesiapan penuh untuk mengintegrasikan teknologi ini ke dalam program Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) serta mereplikasinya di berbagai lokasi di Kabupaten Bone.
"Kami melihat potensi besar dari teknologi Uwai Tuo Mannennungeng. Ini sangat sejalan dengan upaya kami menjaga keandalan irigasi dan efisiensi air di Kabupaten Bone," ujar Kasdar usai menandatangani LoA bersama Ketua Umum UKM KPI Unhas, Aydil Fitra Mulya.
Kerja sama ini berpijak pada Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Kabupaten Bone dan Unhas yang telah ditandatangani sejak 20 Oktober 2025. Melalui LoA terbaru ini, Dinas SDABK Bone akan memberikan dukungan legalitas teknis, regulasi tata kelola air, serta supervisi administratif. Dinas juga berkomitmen menerjunkan petugas teknis untuk mendampingi petani dalam pemeliharaan jaringan irigasi dan penguatan kelembagaan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A/GP3A).
Ketua Tim PPK Ormawa UKM KPI Unhas 2026, Fadel Muhammad S., mengungkapkan bahwa pencapaian ini merupakan hasil dari penyampaian data lapangan yang runtut mengenai potensi efisiensi air di lokasi program, yakni Desa Kajaolaliddong.
"Uwai Tuo Mannennungeng adalah solusi tepat guna. Kami sangat mengapresiasi kepercayaan Dinas SDABK yang langsung mengintegrasikan teknologi kami ke dalam program JIAT yang telah berjalan," kata Fadel yang hadir bersama anggota timnya, Nur Ichsan, Rifqi Alan Maulana, dan Nyoman Adi Mas Saputra.
Fokus pada Kemandirian Petani
Selain keunggulan teknologi, program ini juga menitikberatkan pada aspek keberlanjutan. Dosen Pendamping Tim Unhas, Muh. Adnan Kasogi, S.Sos., M.Si., menegaskan bahwa penguatan kapasitas masyarakat local jauh lebih penting daripada sekadar penyerahan alat.
"Teknologi saja tidak cukup. Keberhasilan program pemberdayaan ditentukan oleh sejauh mana masyarakat mampu mengelola dan memelihara teknologi secara mandiri. Penguatan kapasitas kelompok tani dan local hero menjadi kunci utama," jelas Adnan dalam forum yang juga dihadiri Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang tersebut.
Pendekatan ini disambut baik oleh Burhanuddin, S.P., Ketua Kelompok Tani Mabbiri' sekaligus Ketua P4S Lamellong yang bertindak sebagai local hero. Ia berkomitmen untuk terus menggerakkan kelompok tani agar adopsi teknologi ini berjalan secara berkelanjutan.
Gayung bersambut, Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas SDABK Bone, Sutamin, S.Si., M.Si., menyebut integrasi ini sebagai langkah maju modernisasi irigasi daerah. "Kami tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi memastikan teknologi yang digunakan memberikan efisiensi maksimal bagi petani," tuturnya.
Rasa bangga juga disampaikan oleh Ketua Umum UKM KPI Unhas, Aydil Fitra Mulya. Menurutnya, pengakuan formal dari pemerintah daerah ini menjadi bukti nyata bahwa inovasi dari bangku kuliah mampu menjawab langsung jeritan dan kebutuhan masyarakat di lapangan.
Dengan adanya komitmen legal dan dukungan teknis dari Pemkab Bone, teknologi Uwai Tuo Mannennungeng kini tidak hanya menjadi kebanggaan akademik Unhas, melainkan percontohan (role model) sistem pertanian cerdas yang siap direplikasi secara nasional demi ketahanan pangan yang berkelanjutan. (**)


