![]() |
Beritabersatu.com, Jakarta – Komitmen Indonesia dalam mengejar target transisi energi bersih kian menunjukkan progres nyata. Melalui langkah strategis yang menggabungkan solusi lingkungan dan ketahanan energi, PT PLN (Persero) terus mengoptimalkan kinerjanya untuk mempercepat program nasional Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di berbagai wilayah tanah air.
Langkah monumental ini resmi dimulai melalui penandatanganan Power Purchase Agreement (PPA) sekaligus groundbreaking proyek PSEL pertama yang berlokasi di Denpasar, Bali. Keberhasilan proyek perdana ini menjadi pemantik utama bagi akselerasi proyek-proyek serupa di kota-kota besar lainnya.
Secara nasional, program PSEL ini ditargetkan menyasar 11 lokasi strategis di seluruh Indonesia. Dengan kapasitas total pengolahan sampah mencapai 14.928 ton per hari, megaproyek ini diproyeksikan mampu memproduksi pasokan listrik bersih sebesar 310,3 Mega Watt (MW).
Guna memastikan keberlanjutan dan tata kelola yang matang, pemerintah membagi peta jalan (roadmap) pembangunan PSEL ini ke dalam dua tahap utama:
Fokus awal pembangunan saat ini diarahkan pada tiga wilayah penyangga utama dengan tingkat produksi sampah perkotaan yang tinggi, diantaranya PSEL Denpasar Raya: Kapasitas pengolahan 1.200 - 1.650 ton sampah/hari Potensi Daya: 30 MW (Status: Signing PPA) PSEL Kota Bekasi: Kapasitas pengolahan 1.400 - 1.500 ton sampah/hari | Potensi Daya: 27,4 MW (Status: Persiapan PPA), dan PSEL Bogor Raya: Kapasitas pengolahan 1.500 - 1.650 ton sampah/hari | Potensi Daya: 28,9 MW (Status: Persiapan PPA)
Melanjutkan kesuksesan tahap pertama, pemerintah kini tengah mematangkan proses lelang untuk 8 proyek baru yang tersebar dari Sumatra hingga Jawa. Tahap kedua ini ditargetkan mampu mengolah 10.128 ton sampah/hari dengan potensi pasokan listrik hijau mencapai 224 MW.
Adapun 8 wilayah yang masuk dalam radar pengembangan Batch 2 ini meliputi, Medan Raya, Kabupaten Bekasi, Lampung Raya, Serang Raya, Semarang Raya, Surabaya Raya, Bogor Raya 2, dan Yogyakarta Raya
Melalui aspek teknis yang matang dan tata kelola yang baik, PSEL tidak sekadar hadir sebagai solusi tuntas atas sengkarut masalah sampah perkotaan. Proyek ini diproyeksikan menjadi motor penggerak kualitas lingkungan yang lebih sehat, membuka ribuan lapangan kerja hijau (green jobs), serta memperkuat kemandirian energi nasional lewat pasokan listrik bersih berbasis sumber energi domestik.
Setiap langkah kecil menuju Indonesia yang lebih bersih adalah lompatan besar bagi masa depan energi yang lebih berkelanjutan. Mari bersama-sama mengawal dan mendukung penuh transisi energi bersih demi mewujudkan Indonesia yang lebih hijau dan lestari. (**)


