![]() |
| SPAM Kaligoro Rampung |
Malang, BB – Pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) kawasan Kaligoro berlokasi utama di Desa Druju dan Desa Ringinsari, Kecamatan Sumbermanjing Wetan yang telah menjadi salah satu program prioritas peningkatan layanan air bersih di wilayah Kabupaten Malang akhirnya dinyatakan selesai dan siap dioperasikan.
Meskipun sumber air dan instalasi utamanya sudah berfungsi optimal, langkah lanjutan tetap membutuhkan biaya besar agar manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh seluruh warga tepatnya malang bagian selatan.
Direktur Utama Perumda Tirta Kanjuruhan Kabupaten Malang Syamsul Hadi menjelaskan bahwa penyelesaian SPAM Kaligoro ini merupakan fondasi utama yang akan menjamin ketersediaan air baku dalam jumlah cukup dan kualitas yang memenuhi standar kesehatan.
Namun, untuk menyalurkan air tersebut hingga masuk ke setiap rumah tangga, diperlukan pembangunan jaringan pipa distribusi sekaligus sambungan individu.
“SPAM Kaligoro sudah selesai dibangun dan saat ini sudah siap menyuplai air. Namun, keberadaan instalasi utama ini belum bisa dinikmati secara langsung oleh warga jika belum ada jaringan penghubungnya. Oleh karena itu, kami memperkirakan membutuhkan dana sekitar Rp26 miliar untuk membangun 10 ribu sambungan pipa dari titik distribusi utama sampai ke halaman dan rumah-rumah warga yang menjadi wilayah layanan,” ungkap Dirut Syamsul Hadi Selasa (30/6/2026).
Lebih lanjut ia menjelaskan, nilai anggaran sebesar itu meliputi pembelian material pipa dengan spesifikasi standar, biaya pemasangan, pekerjaan galian tanah, perlengkapan katup pengatur aliran, serta pemasangan meter air untuk setiap pelanggan.
Wilayah yang akan terlayani meliputi beberapa desa dan lingkungan di sekitar Kaligoro yang selama ini masih mengandalkan sumur bor atau sumber air lain dengan ketersediaan yang terbatas.
Menurut rencana kerja, saat ini pihak manajemen sedang menyusun kajian teknis dan dokumen pengajuan anggaran. Pendanaan akan diupayakan melalui berbagai jalur, mulai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), skema bantuan pemerintah pusat, hingga kemungkinan kerja sama dengan lembaga keuangan atau mitra strategis.
“Kami berharap proses pengajuan dan persetujuan anggaran dapat berjalan lancar. Jika semuanya berjalan sesuai jadwal, pembangunan sambungan pipa bisa dimulai pada paruh kedua tahun ini dan ditargetkan selesai secara bertahap dalam waktu satu hingga dua tahun ke depan. Tujuannya jelas, agar warga mendapatkan akses air bersih yang lancar, terjangkau, dan berkelanjutan,” tambahnya.
Dengan selesainya tahap awal ini, Perumda Tirta Kanjuruhan optimis dapat meningkatkan cakupan layanan air bersih secara signifikan, sekaligus mengurangi ketergantungan warga pada sumber air yang kualitasnya belum terjamin, terutama saat musim kemarau tiba.(Yanti)


