Apresiasi 'Uri-Uri' Budaya di Gunung Kawi, Wabup Malang Sebut Tradisi Suroan Jadi Magnet Wisata Nasional -->
Cari Berita

Advertisement

Masukkan iklan banner 970 X 90px di sini

Apresiasi 'Uri-Uri' Budaya di Gunung Kawi, Wabup Malang Sebut Tradisi Suroan Jadi Magnet Wisata Nasional

Berita Bersatu
27 Juni 2026

upacara adat 12 Suroan di kompleks Pesarean Gunung Kawi

 

MALANG, BB - Wakil Bupati Malang Dra Hj Lathifah Shohib memberikan apresiasi tinggi kepada masyarakat lereng Gunung Kawi, Kecamatan Wonosari, yang dinilai konsisten dalam menjaga, merawat, dan melestarikan warisan leluhur (uri-uri budaya). 


Hal ini disampaikan saat beliau menghadiri langsung jalannya prosesi upacara adat 12 Suroan di kompleks Pesarean Gunung Kawi Jum'at (26/6/2026) Malam.

 

Kegiatan tahunan yang digelar untuk memperingati bulan Suro dalam kalender Jawa sekaligus Haul Eyang Jugo (Kyai Zakaria II) ini berlangsung dengan sangat khidmat dan meriah. 


Ribuan warga dari berbagai elemen masyarakat, baik lokal maupun peziarah dari luar daerah, tampak memadati kawasan cagar budaya tersebut untuk mengikuti jalannya ritual.

 

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Malang menyampaikan bahwa tradisi yang terus hidup di tengah masyarakat Gunung Kawi bukan sekadar ritual tahunan biasa. 


Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan cerminan dari jati diri bangsa yang kaya akan nilai-nilai luhur gotong royong, rasa syukur, serta toleransi antarumat beragama yang kuat.

 

"Saya atas nama Pemerintah Kabupaten Malang sangat mengapresiasi dan bangga kepada seluruh warga dan tokoh masyarakat di Gunung Kawi. Melalui komitmen uri-uri budaya seperti upacara 12 Suroan ini, kita tidak hanya menjaga warisan sejarah spiritual dari para leluhur, tetapi juga memperkuat kerukunan dan kebersamaan di tengah keberagaman," ujar Wabup Malang.

 

Beliau juga menambahkan bahwa keunikan budaya ini merupakan potensi wisata religi dan budaya luar biasa yang terus didukung oleh pemerintah daerah. 


Keselarasan adat Jawa dan akulturasi budaya yang ramah di Gunung Kawi menjadi magnet tersendiri yang mampu menarik minat wisatawan domestik hingga mancanegara, yang pada akhirnya ikut mendongkrak roda perekonomian masyarakat sekitar.

 

Prosesi peringatan 12 Suroan ini diisi dengan berbagai rangkaian acara khidmat, mulai dari doa bersama, tahlilan akbar, kirab sesaji, hingga pertunjukan seni tradisional. 


Melalui sinergi antara pelestari adat, juru kunci, dan dukungan pemerintah daerah, perayaan ini diharapkan terus lestari dan diwariskan ke generasi muda sebagai pilar karakter bangsa. (Yanti)