Plt Bupati Tulungagung Serahkan Sk Remisi Ke 386 Warga Binaan Lapas di HUT Kemerdekaan ke-81 -->
Cari Berita

Advertisement

Masukkan iklan banner 970 X 90px di sini

Plt Bupati Tulungagung Serahkan Sk Remisi Ke 386 Warga Binaan Lapas di HUT Kemerdekaan ke-81

Berita Bersatu
17 Agustus 2026

Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin bersama dengan kepala lapas kelas ll B Tulungagung Muhamad Kurnia melihat program ketahan pangan melalui ternak kambing / (Tri)



BERITABERSATU.COM, TULUNGAGUNG – Sebanyak 386 warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tulungagung menerima remisi umum dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026).


Penyerahan Surat Keputusan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan tentang pemberian remisi tersebut berlangsung di Aula Lapas Kelas IIB Tulungagung, dilakukan secara simbolis oleh Plt. Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin, kepada perwakilan warga binaan.


Dalam sambutannya, Plt. Bupati Tulungagung menegaskan bahwa remisi tidak semata-mata dimaknai sebagai pengurangan masa pidana. Lebih dari itu, remisi merupakan bentuk penghargaan negara kepada warga binaan yang telah menunjukkan perubahan perilaku, kepatuhan terhadap aturan, serta kesungguhan mengikuti program pembinaan selama menjalani masa pidana.


“Remisi bukan sekadar pengurangan masa pidana, melainkan bentuk penghargaan negara kepada warga binaan yang telah menunjukkan perubahan perilaku, kepatuhan terhadap peraturan, serta kesungguhan mengikuti program pembinaan,” Ujar Plt. Bupati.


Ahmad Baharudin juga mengajak para penerima remisi menjadikan momentum tersebut sebagai motivasi untuk terus memperbaiki diri, memperkuat keimanan, meningkatkan kedisiplinan, serta mempersiapkan diri kembali menjadi bagian dari masyarakat.


Ia menekankan bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk berubah. Kesalahan di masa lalu, menurutnya, tidak harus menentukan masa depan, selama seseorang bersedia belajar dari pengalaman, memperbaiki diri, dan membuktikan perubahan melalui tindakan nyata.


Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIB Tulungagung Muhamad Kurnia dalam laporannya menyampaikan kondisi hunian di dalam lapas yang masih mengalami kelebihan kapasitas. Saat ini jumlah penghuni Lapas Kelas IIB Tulungagung mencapai sekitar 608 orang, sementara kapasitas yang tersedia sekitar 300 orang. Kondisi tersebut membuat lapas masih menghadapi persoalan overkapasitas sekitar 100 persen.


Meski demikian, Muhamad Kurnia menyampaikan bahwa terdapat tren penurunan jumlah hunian dibandingkan kondisi sebelumnya, Saat awal dirinya bertugas, jumlah penghuni disebut berada di kisaran 460 orang, kemudian secara bertahap mengalami perubahan.


“Insya Allah, mudah-mudahan pelaksanaan pengawalan ini bisa berjalan dengan baik sehingga pelaksanaan pembinaan kemandirian dan lainnya dapat berjalan optimal,” ucapnya. 


Muhamad Kurnia melaporkan sebanyak 386 warga binaan mendapatkan remisi.
Sementara itu, sekitar 60 warga binaan belum dapat memperoleh remisi. Kondisi tersebut berkaitan dengan sejumlah persyaratan yang belum terpenuhi, termasuk masih berstatus tahanan, proses perkara yang masih berjalan, maupun belum memenuhi ketentuan untuk mendapatkan remisi. 


Ia berharap warga binaan yang memperoleh remisi dapat menjadikannya sebagai motivasi untuk terus mengikuti seluruh program pembinaan. Selain pembinaan kepribadian, Lapas Kelas IIB Tulungagung juga terus mengembangkan program pembinaan kemandirian. Salah satunya melalui kegiatan produktif yang berkaitan dengan ketahanan pangan.


Program tersebut meliputi budidaya ikan, ayam petelur, serta kegiatan pertanian. Pelaksanaannya dilakukan dengan menggandeng sejumlah stakeholder dan mitra kerja.


Menurut Muhamad Kurnia, program tersebut tidak hanya menjadi aktivitas selama warga binaan menjalani masa pidana, tetapi juga diharapkan menjadi bekal keterampilan ketika mereka kembali ke tengah masyarakat.


Ke depan, pihak Lapas Kelas IIB Tulungagung berencana memperluas program kemandirian melalui kemitraan dengan dunia industri yang ada di wilayah Tulungagung. Ia menilai Potensi industri yang cukup besar dapat menjadi peluang untuk meningkatkan keterampilan sekaligus membuka ruang produktif bagi warga binaan.


Pihak lapas mengaku telah melakukan komunikasi dengan sejumlah perusahaan dan mendapat respons positif terhadap rencana kerja sama tersebut. (Tri)