![]() |
| Pemkab Luwu Gandeng Polda Sulsel Gelar Assessment Jabatan Administrator 2026, Perkuat Sistem Merit ASN |
BERITABERSATU.COM, MAKASSAR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu kembali menegaskan komitmennya dalam membangun birokrasi yang profesional, objektif, dan berbasis kompetensi melalui pelaksanaan Assessment Jabatan Administrator Tahun 2026 bekerja sama dengan Assessment Center Polda Sulawesi Selatan.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, mulai Kamis (30/7/2026), dipusatkan di Lantai II Gedung Assessment Bagbinkar Ro SDM Polda Sulsel, Makassar. Sebanyak 30 aparatur sipil negara (ASN) mengikuti assessment sebagai peserta (asesi) yang dibagi dalam dua kelompok, masing-masing beranggotakan 15 orang.
Pelaksanaan assessment melibatkan 35 asesor dari Polda Sulsel serta dua orang Tim Asesor SSDM Polri sebagai tim supervisi guna memastikan proses penilaian berjalan sesuai standar.
Assessment tersebut merupakan bagian dari implementasi sistem merit dalam manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN), sekaligus mendukung percepatan pembangunan Manajemen Talenta ASN sebagaimana diamanatkan dalam Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 411 Tahun 2025.
Sembilan kompetensi menjadi fokus penilaian, meliputi integritas, pengambilan keputusan, orientasi hasil, kemampuan mengelola perubahan, pengembangan diri dan orang lain, komunikasi, kerja sama, pelayanan publik, serta perekat bangsa.
Bupati: Penempatan Jabatan Harus Berdasarkan Kompetensi
Dalam sambutan Bupati Luwu yang dibacakan Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Luwu, Rahimullah, S.E., M.M., Bupati Luwu H. Patahuddin, S.Ag., menegaskan bahwa penerapan manajemen talenta menjadi langkah strategis dalam mewujudkan birokrasi yang profesional, kompeten, dan berkinerja tinggi.
Ia menilai pemerintah daerah harus mampu mengidentifikasi potensi setiap ASN, mengembangkan kapasitasnya, hingga menempatkan pegawai sesuai kompetensi dan kebutuhan organisasi.
"Penempatan seseorang dalam jabatan pemerintahan tidak boleh hanya didasarkan pada pertimbangan administratif, tetapi harus memperhatikan kompetensi, kinerja, rekam jejak, potensi, integritas, serta kesesuaian antara kapasitas individu dengan kebutuhan organisasi," tegas Bupati dalam sambutannya.
Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada Kepolisian Republik Indonesia, khususnya Polda Sulsel, atas sinergi yang terus terjalin dalam pelaksanaan Assessment Center.
Menurutnya, kolaborasi tersebut bukan sekadar pelaksanaan uji kompetensi, melainkan bagian dari upaya memperkuat tata kelola pemerintahan yang profesional, transparan, objektif, dan berbasis kompetensi.
Ia berharap seluruh peserta mengikuti setiap tahapan assessment secara jujur, percaya diri, dan mampu menunjukkan kompetensi terbaik sehingga hasil assessment dapat menjadi dasar pengembangan karier ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Luwu.
Polda Sulsel: Sistem Merit Menjadi Kebutuhan Reformasi Birokrasi
Sementara itu, Kepala Biro SDM Polda Sulsel menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Pemerintah Kabupaten Luwu yang kembali menunjuk Assessment Center Polri sebagai mitra pelaksanaan uji kompetensi ASN.
Menurutnya, kerja sama yang telah dibangun melalui nota kesepahaman antara Pemkab Luwu dan Polri merupakan bentuk sinergi dalam mendukung reformasi birokrasi dan tata kelola pemerintahan yang akuntabel.
Ia menegaskan bahwa di tengah dinamika global dan tuntutan reformasi birokrasi, penerapan sistem merit bukan lagi menjadi pilihan, melainkan kebutuhan dalam pengelolaan sumber daya manusia aparatur.
Assessment Center Polri, lanjutnya, dilaksanakan dengan mengedepankan prinsip objektivitas, independensi, akuntabilitas, transparansi, dan profesionalisme melalui pendekatan multi tools, multi assessor, multi assessee, serta integrasi data, sehingga hasil penilaian mampu menggambarkan kompetensi peserta secara komprehensif.
Polda Sulsel juga berharap sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Luwu dapat terus berlanjut sebagai bagian dari penguatan kualitas sumber daya manusia aparatur.
AKBP Nur Ichsan: Assessment Jadi Instrumen Pemetaan Kompetensi ASN
Salah satu asesor yang terlibat dalam kegiatan tersebut, Kabag Ops Satbrimob Polda Sulsel AKBP Nur Ichsan, S.Sos., M.Si., mengaku bangga kembali dipercaya menjadi bagian dari Assessment Center bersama Pemerintah Kabupaten Luwu.
Mantan Danyon C Pelopor Satbrimob Polda Sulsel itu menilai assessment merupakan instrumen penting dalam memetakan kompetensi ASN secara objektif sehingga mampu menghasilkan aparatur yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Melalui Assessment Jabatan Administrator Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Luwu berharap dapat melahirkan talenta-talenta terbaik yang siap memperkuat organisasi perangkat daerah sekaligus mendukung terwujudnya birokrasi yang adaptif, profesional, dan semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat. (*)
Laporan : Suparman Warium


