![]() |
| Irwan, ST Juru bicara Andalan Hati |
BERITABERSATU.COM, MAROS – Juru Bicara Andalan Hati, Irwan, ST, menilai beredarnya potongan video pidato Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman terkait aksi penanaman pohon pisang di jalan rusak telah menimbulkan distorsi informasi di tengah masyarakat. Menurutnya, publik perlu memahami konteks utuh pidato yang disampaikan Gubernur pada peringatan Hari Jadi Kabupaten Maros di Gedung DPRD Kabupaten Maros beberapa waktu lalu.
Irwan menjelaskan, pidato tersebut disampaikan setelah pemutaran video yang memaparkan capaian dan program strategis Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan sejak Andi Sudirman Sulaiman kembali menjabat sebagai gubernur pada 2025.
Dalam pemaparan itu, pemerintah memperkenalkan program perbaikan jalan sepanjang 1.400 kilometer yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui skema tahun jamak (multiyears). Program tersebut ditargetkan rampung pada 2027 dan disebut sebagai intervensi perbaikan jalan terpanjang dalam sejarah Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
Selain pembangunan jalan, pemerintah juga tengah mengerjakan rehabilitasi saluran irigasi sepanjang 163 ribu meter di 39 daerah irigasi. Program tersebut diproyeksikan melayani sekitar 54 ribu hektare lahan pertanian di berbagai wilayah Sulawesi Selatan.
Irwan menambahkan, pemerintah provinsi juga menjalankan berbagai program strategis lainnya, di antaranya pembangunan dua rumah sakit regional di wilayah utara dan selatan Sulawesi Selatan, layanan transportasi massal bersubsidi Trans Sulsel, bantuan alat dan mesin pertanian, bantuan perahu bermesin bagi nelayan, beasiswa pendidikan, perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH), penyediaan air siap minum (Arsinum), bantuan peralatan UMKM, serta layanan kesehatan bergerak hingga ke wilayah kepulauan.
Menurut Irwan, pesan utama Gubernur dalam pidato tersebut adalah pemerintah sedang bekerja menyelesaikan berbagai persoalan infrastruktur dan pelayanan publik secara bertahap sesuai perencanaan. Karena itu, masyarakat diminta bersabar menunggu giliran pelaksanaan pembangunan di daerah masing-masing.
Ia juga mengingatkan pentingnya penyajian informasi secara utuh agar tidak memunculkan kesalahpahaman yang berpotensi menimbulkan kegaduhan di ruang publik. Menurutnya, media massa dan para pengamat memiliki tanggung jawab moral untuk menyampaikan informasi secara lengkap sehingga masyarakat memperoleh gambaran yang benar terhadap kebijakan pemerintah.
"Substansi pidato Gubernur adalah menjelaskan bahwa program pembangunan sedang berjalan dan pemerintah berkomitmen menuntaskan berbagai kebutuhan masyarakat secara bertahap. Karena itu, konteks pidato harus dipahami secara utuh agar tidak menimbulkan persepsi yang keliru," ujar Irwan.


