Ingin Pisah! Warga Desa Talle Blak-blakan Minta Pemekaran ke Ketua DPRD Sinjai -->
Cari Berita

Advertisement

Masukkan iklan banner 970 X 90px di sini

Ingin Pisah! Warga Desa Talle Blak-blakan Minta Pemekaran ke Ketua DPRD Sinjai

Berita Bersatu
16 Februari 2026


Reses Ketua DPRD Kabupaten Sinjai, Andi Jusman, di Desa Talle, Kecamatan Sinjai Selatan


BERITABERSATU.COM, SINJAI – Isu pemekaran wilayah menjadi "bintang utama" dalam agenda reses Ketua DPRD Kabupaten Sinjai, Andi Jusman, di Desa Talle, Kecamatan Sinjai Selatan, Senin (16/02/2026). Warga secara terbuka meminta pemekaran desa sebagai langkah konkret untuk memutus rantai ketimpangan pembangunan dan mempercepat pelayanan publik.


Keinginan warga ini bukan tanpa alasan. Desa Talle yang luas dinilai membutuhkan manajemen pemerintahan yang lebih ramping agar setiap dusun mendapatkan perhatian yang setara.


Dalam dialog yang berlangsung hangat di Aula Kantor Desa Talle, tokoh masyarakat menyampaikan bahwa pemekaran adalah jalan ninja untuk memaksimalkan potensi desa.


"Kami mengusulkan pemekaran agar pelayanan lebih dekat dan pembangunan tidak menumpuk di satu titik saja. Ini demi masa depan Desa Talle yang lebih maju," ungkap salah satu tokoh masyarakat di hadapan Ketua DPRD dan jajaran OPD.


Selain pemekaran, warga juga menitipkan sejumlah "pekerjaan rumah" besar lainnya, seperti, Peningkatan jalan desa menjadi hotmix, Pengadaan lampu jalan untuk keamanan lingkungan, serta Dukungan sektor pertanian berupa alsintan dan bibit.


Menanggapi aspirasi "panas" terkait pemekaran tersebut, Andi Jusman memberikan sinyal positif. Ia menegaskan bahwa DPRD Sinjai berkomitmen memperjuangkan aspirasi yang bertujuan untuk kesejahteraan rakyat.


"Usulan pemekaran ini adalah bukti masyarakat ingin maju. Kami akan mencatat dan memperjuangkan ini melalui mekanisme perencanaan daerah. Kehadiran OPD seperti Bappeda di sini sengaja saya bawa agar aspirasi ini langsung masuk dalam kajian teknis," tegas Andi Jusman.


Andi Jusman juga menekankan bahwa setiap langkah pemekaran harus dibarengi dengan sinergi yang kuat antara masyarakat dan pemerintah agar transisinya nanti berjalan efektif.


Langkah Andi Jusman memboyong Dinas PUPR, Dinas Pertanian, hingga Dinas Peternakan dalam reses ini dianggap sebagai langkah jemput bola yang efektif. Dengan begitu, usulan infrastruktur pendukung desa baru (jika mekar nanti) sudah bisa terpetakan sejak dini.


Pertemuan ini ditutup dengan optimisme tinggi dari warga Desa Talle yang berharap momentum reses ini menjadi titik balik perubahan besar di wilayah mereka. (**)