RKBB Saoraja Bone Tegaskan Transformasi Organisasi Berbasis Nilai Budaya Bugis -->
Cari Berita

Advertisement

Masukkan iklan banner 970 X 90px di sini

RKBB Saoraja Bone Tegaskan Transformasi Organisasi Berbasis Nilai Budaya Bugis

Berita Bersatu
24 Desember 2025

Pelantikan Pengurus dan Rapat Kerja RKBB Saoraja Bone.


Beritabersatu.com, BoneRumah Kreasi Budaya Bangsa (RKBB) Saoraja Bone menegaskan arah transformasi organisasinya dengan menjadikan nilai-nilai budaya Bugis sebagai fondasi etis, ideologis, dan praksis dalam membangun kerja kolektif serta kolaborasi lintas sektor untuk pembangunan daerah. Penegasan tersebut mengemuka dalam rangkaian kegiatan Pelantikan Pengurus dan Rapat Kerja RKBB Saoraja Bone.


Pelantikan pengurus digelar di Gedung PKK Kabupaten Bone, Kantor Bupati Bone, dan secara resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Bone, H. Andi Saharuddin, S.STP., M.Si. Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Bidang Kesenian Dinas Kebudayaan Kabupaten Bone, Andi Irawati Mangkona, S.E., M.Si., serta perwakilan organisasi mahasiswa, kepemudaan, dan pegiat kebudayaan. 


Kehadiran unsur pemerintah daerah tersebut mempertegas posisi RKBB sebagai mitra kultural dalam upaya menghadirkan kebudayaan sebagai bagian dari agenda pembangunan daerah.


Pelantikan pengurus dipimpin langsung oleh Ketua Umum Dewan Saoraja RKBB, Muhammad Malik Fajri, yang secara resmi melantik pengurus Afdeling Bone dan Afdeling Makassar


Momentum ini menjadi penanda penting perluasan ruang gerak RKBB sebagai organisasi kebudayaan yang tidak dibatasi oleh wilayah administratif, melainkan bergerak sebagai ruang produksi gagasan, refleksi kritis, dan kerja kebudayaan lintas daerah.


Dalam sambutannya, Sekda Kabupaten Bone H. Andi Saharuddin menekankan pentingnya kedisiplinan sebagai prasyarat utama keberlangsungan dan kredibilitas organisasi.


Menurutnya, nilai budaya yang luhur akan kehilangan daya transformasi apabila tidak diwujudkan dalam etos kerja yang tertib, konsisten, dan bertanggung jawab.


“Disiplin adalah fondasi. Dari disiplin lahir kepercayaan, dan dari kepercayaan tumbuh kolaborasi,” tegasnya.


Sementara itu, rapat kerja pengurus RKBB dilaksanakan di Sekretariat RKBB Saoraja Bone sebagai ruang konsolidasi internal dan perumusan arah gerak organisasi. 


Pemilihan sekretariat sebagai lokasi rapat kerja menegaskan komitmen RKBB untuk membangun agenda organisasi secara mandiri, sebagai simbol kemandirian, konsistensi gerakan, dan keberlanjutan kerja kolektif.


Dalam forum tersebut, pengurus merumuskan program kerja strategis dengan menitikberatkan pada kolaborasi lintas sektor. Perumusan program dilakukan melalui pembacaan kritis terhadap arah pembangunan daerah dengan menjadikan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bone sebagai rujukan strategis. 


Selain itu, forum juga membuka ruang dialog mengenai realitas sosial di wilayah jejaring RKBB, termasuk Makassar dan daerah asal anggota lainnya. Pendekatan ini menegaskan posisi kebudayaan sebagai bagian integral dari pembangunan, bukan sekadar ornamen pelengkap.


Kepala Bidang Kesenian Dinas Kebudayaan Kabupaten Bone, Andi Irawati Mangkona, menyampaikan apresiasi atas konsistensi RKBB dalam kerja-kerja kebudayaan. 


Ia menegaskan bahwa Dinas Kebudayaan Kabupaten Bone siap mendukung program-program RKBB, khususnya yang berorientasi pada penguatan ekosistem seni, budaya, dan peran generasi muda.


Ketua Umum Dewan Saoraja RKBB, Muhammad Malik Fajri, menegaskan bahwa pelantikan dan rapat kerja ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan proses legitimasi struktural dan ideologis bagi kepengurusan baru.


“RKBB kami posisikan sebagai ruang kolektif yang mempertemukan kerja kebudayaan, intelektual, dan pengabdian sosial,"


"Kehadiran RKBB di Makassar adalah ikhtiar memperluas jejaring gagasan dan membuka ruang partisipasi yang inklusif, bukan membangun eksklusivitas kedaerahan,” ujarnya.


Ia menambahkan, komposisi pengurus RKBB Makassar yang berasal dari berbagai daerah merupakan pernyataan sikap bahwa RKBB berdiri di atas semangat kebangsaan, keterbukaan, dan keberagaman pengalaman sosial.


Dengan menghidupkan nilai-nilai budaya Bugis, RKBB Saoraja Bone menegaskan komitmennya untuk menjadikan kebudayaan sebagai etos kerja kolektif dan energi transformasi sosial. Nilai budaya tidak ditempatkan sebagai romantisme masa lalu, melainkan sebagai basis etika untuk membaca, mengkritik, dan merespons tantangan realitas sosial masa kini dan masa depan. (*)


Laporan: Suparman Warium