![]() |
| Camat dan PT PN Julok Rayeuk Selatan sedang memberikan bantuan sembako kepada masyarakat Alue mirah |
BERITABERSATU.COM, ACEH TIMUR – Bencana banjir besar yang mengepung hampir seluruh wilayah Provinsi Aceh pada akhir November 2025 tidak hanya memutus akses jalan, tetapi juga menguji solidaritas antarsesama. Di tengah kondisi darurat akibat cuaca ekstrem, PTPN IV Regional VI Kebun Julok Rayeuk (JR) Utara menunjukkan komitmen nyata dengan menempatkan aspek kemanusiaan di atas segalanya.
Sejak curah hujan tinggi melanda pada 25 hingga 30 November lalu, akses utama menuju Kecamatan Indra Makmu sempat lumpuh total. Namun, keterbatasan tersebut tidak menyurutkan langkah manajemen kebun untuk hadir bagi karyawan dan warga sekitar.
Manajer Kebun JR. Utara, Agoung Gedhe Pratama, mengungkapkan bahwa prioritas utama perusahaan saat bencana terjadi adalah memastikan keselamatan dan kebutuhan dasar tetap terpenuhi.
"Bencana banjir ini adalah situasi darurat yang membutuhkan respons bersama. Kami berupaya memastikan keselamatan karyawan sekaligus tetap hadir mendampingi masyarakat," ujar Agoung.
Di tengah putusnya akses jalan utama antara tanggal 27 hingga 29 November, tim manajemen kebun melakukan aksi heroik dengan mencari jalur-jalur alternatif yang berisiko demi mendapatkan pasokan sembako. Logistik tersebut kemudian dikelola melalui Dapur Umum untuk menjamin konsumsi harian para karyawan dan keluarga yang terjebak banjir.
Begitu akses jalan mulai terbuka pada 29 November, Manajemen Kebun JR. Utara langsung bergerak cepat memperluas jangkauan bantuannya. Melalui koordinasi dengan Muspika Kecamatan Indra Makmu, bantuan sembako disalurkan secara merata ke 10 desa terdampak serta Dayah Bustanul Hidayah.
Bantuan ini disambut baik oleh Camat Indra Makmu, Irwansyah Panjaitan. Ia memberikan apresiasi tinggi atas gerak cepat perusahaan yang tidak hanya memikirkan operasional internal, tetapi juga nasib warga sekitar.
"Kami sangat mengapresiasi langkah cepat ini. Bantuan sembako kepada desa-desa dan dayah sangat membantu masyarakat di tengah kondisi sulit. Kolaborasi seperti ini adalah kunci dalam menghadapi bencana," tutur Irwansyah.
Langkah yang diambil PTPN IV Regional VI ini bukan sekadar bantuan logistik, melainkan bentuk implementasi nilai AKHLAK BUMN, khususnya poin Harmonis dan Kolaboratif. Agoung Gedhe Pratama menegaskan bahwa keberlanjutan perusahaan harus berjalan beriringan dengan kesejahteraan sosial.
"Dalam setiap musibah, kehadiran dan kepedulian adalah nilai yang tidak dapat ditawar. Sebagai bagian dari masyarakat Aceh, kami berkomitmen untuk terus hadir secara amanah hingga kehidupan kembali normal," tutup Agoung.
Meski banjir kini mulai surut, semangat gotong royong yang ditunjukkan di Indra Makmu menjadi bukti bahwa sinergi antara korporasi dan masyarakat adalah kekuatan utama dalam menghadapi tantangan alam.
Ini daftar Desa Penerima Bantuan, yakni 10 Desa di Kecamatan Indra Makmu, serta lembaga Pendidikan Keagamaan (Dayah Bustanul Hidayah). (IW)


