![]() |
| Sosialisasi Mencegah Pergaulan Bebas dan Kehamilan Tidak Direncanakan pada Remaja di UPT SMP Negeri 3 Pitu Riase |
BERITABERSATU.COM, SIDRAP -- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Kesehatan Angkatan 69 Universitas Hasanuddin (Unhas) menyelenggarakan program “SAPA REMAJA (Sadar Pergaulan Sehat Bersama Remaja dan Orang Tua): Mencegah Pergaulan Bebas dan Kehamilan Tidak Direncanakan pada Remaja” di UPT SMP Negeri 3 Pitu Riase, Desa Compong, Kecamatan Pitu Riase, Kabupaten Sidenreng Rappang.
Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, yaitu pada Kamis–Jumat, 30–31 Juli 2026”, sebagai bentuk upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan pengetahuan serta kesadaran remaja mengenai pentingnya menjaga pergaulan sehat dan menghindari perilaku seksual berisiko yang dapat menyebabkan kehamilan tidak direncanakan.
Program SAPA REMAJA disusun berdasarkan hasil identifikasi permasalahan kesehatan masyarakat yang diperoleh dari data Puskesmas Barukku serta hasil observasi lapangan selama pelaksanaan KKN. Data tersebut menunjukkan masih adanya kasus kehamilan tidak direncanakan (HDN) pada remaja sehingga diperlukan upaya edukasi sejak dini yang melibatkan pihak sekolah, tenaga kesehatan, dan orang tua sebagai lingkungan terdekat remaja.
Pelaksanaan penyuluhan dibagi menjadi dua sesi. Pada hari Kamis, 30 Juli 2026, kegiatan diikuti oleh 17 siswa kelas IX, sedangkan pada hari Jumat, 31 Juli 2026, penyuluhan diberikan kepada 16 siswa kelas VIII. Pembagian sesi ini dilakukan agar proses penyampaian materi berlangsung lebih efektif, interaktif, dan sesuai dengan karakteristik masing-masing kelompok peserta.
Setiap sesi diawali dengan pelaksanaan pre-test untuk mengetahui tingkat pengetahuan awal peserta mengenai pergaulan sehat, faktor risiko pergaulan bebas, serta dampak perilaku seksual berisiko terhadap kesehatan dan masa depan remaja. Hasil pre-test menjadi dasar dalam mengevaluasi efektivitas penyampaian materi selama kegiatan berlangsung.
Penyuluhan dilaksanakan secara interaktif melalui metode ceramah, diskusi, studi kasus, role play, kuis, serta sesi tanya jawab. Materi yang disampaikan meliputi pengertian remaja dan pergaulan sehat, ciri-ciri pergaulan sehat dan pergaulan berisiko, dampak pergaulan bebas terhadap kesehatan reproduksi seperti kehamilan tidak direncanakan (HDN), infeksi menular seksual (IMS), HIV/AIDS, serta dampaknya terhadap pendidikan, psikologis, sosial, dan masa depan remaja.
Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai faktor-faktor yang memengaruhi perilaku remaja, pentingnya komunikasi dengan orang tua, kemampuan menolak ajakan negatif dari teman sebaya, serta strategi membangun pergaulan yang sehat dan bertanggung jawab.
Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi. Hal ini terlihat dari keaktifan siswa dalam mengikuti diskusi, menjawab pertanyaan, menyampaikan pendapat saat role play, serta berbagi pengalaman mengenai tantangan yang dihadapi remaja dalam lingkungan pergaulan sehari-hari. Suasana penyuluhan berlangsung komunikatif sehingga materi dapat dipahami dengan baik oleh peserta.
Pada akhir setiap sesi dilakukan post-test sebagai bentuk evaluasi terhadap peningkatan pengetahuan peserta setelah mengikuti penyuluhan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa mengenai pentingnya menjaga pergaulan sehat, mengenali risiko perilaku seksual berisiko, serta langkah-langkah pencegahan kehamilan tidak direncanakan pada remaja.
Pihak UPT SMP Negeri 3 Pitu Riase memberikan apresiasi atas pelaksanaan program SAPA REMAJA. Menurut pihak sekolah, kegiatan ini sangat relevan dengan kondisi remaja saat ini dan menjadi salah satu bentuk pendidikan kesehatan yang penting untuk membekali siswa dalam mengambil keputusan yang bertanggung jawab serta membangun karakter yang positif.
Salah seorang peserta mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru melalui kegiatan ini. Menurutnya, materi yang disampaikan tidak hanya memberikan informasi mengenai bahaya pergaulan bebas, tetapi juga mengajarkan cara memilih lingkungan pertemanan yang positif, berani mengatakan "tidak" terhadap ajakan negatif, serta pentingnya menjaga komunikasi yang baik dengan orang tua maupun guru.
Melalui program SAPA REMAJA (Sadar Pergaulan Sehat Bersama Remaja dan Orang Tua), mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Angkatan 69 Universitas Hasanuddin berharap remaja memiliki pengetahuan, sikap, dan perilaku yang lebih baik dalam menjaga kesehatan reproduksi, membangun pergaulan yang sehat, serta mampu mencegah terjadinya kehamilan tidak direncanakan dan berbagai dampak negatif perilaku seksual berisiko. Program ini menjadi wujud nyata kontribusi mahasiswa dalam mendukung upaya peningkatan derajat kesehatan remaja melalui edukasi kesehatan yang berkelanjutan di lingkungan sekolah. (**)


