Reses di Tiro Sompe, Warga Sampaikan Keluhan Sampah, Jalan Rusak, hingga Bantuan Sosial -->
Cari Berita

Advertisement

Masukkan iklan banner 970 X 90px di sini

Reses di Tiro Sompe, Warga Sampaikan Keluhan Sampah, Jalan Rusak, hingga Bantuan Sosial

Berita Bersatu
24 Juli 2026

Anggota DPRD, H. Muhammad Sadar, S.E., menggelar kegiatan Reses dan Temu Konstituen Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025–2026 di Kelurahan Tiro Sompe


Beritabersatu.com, Parepare – Anggota DPRD, H. Muhammad Sadar, S.E., menggelar kegiatan Reses dan Temu Konstituen Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025–2026 di Kelurahan Tiro Sompe, Kecamatan Bacukiki Barat, Kota Parepare. Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai aspirasi dan permasalahan yang dihadapi di lingkungan mereka.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bina Marga Kota Parepare, Irwan, S.T., M.SP, serta Camat Bacukiki Barat, Hardiansyah Aripuddin, S.STP., M.Si., bersama tokoh masyarakat dan warga setempat.


Dalam sesi dialog, warga menyampaikan sejumlah persoalan yang dinilai membutuhkan perhatian pemerintah. Salah satunya disampaikan oleh Nurhairani, warga Kelurahan Tiro Sompe, yang mengeluhkan keterlambatan pengangkutan sampah oleh Dinas Kebersihan Kota Parepare.


Menurutnya, sampah di lingkungan tempat tinggalnya kerap tidak diangkut selama dua hingga tiga hari, sehingga menimbulkan ketidaknyamanan bagi masyarakat. Selain itu, ia juga menyoroti kondisi sejumlah ruas jalan di wilayah tersebut yang mengalami kerusakan dan berlubang.


Keluhan serupa juga disampaikan Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Kecamatan Bacukiki Barat. Ia mengungkapkan adanya warga yang sebelumnya dinilai layak menerima bantuan pemerintah, namun kini tidak lagi terdaftar sebagai penerima manfaat.


Menanggapi aspirasi tersebut, Camat Bacukiki Barat, Hardiansyah Aripuddin, S.STP., M.Si., menjelaskan bahwa jadwal pengangkutan sampah di Kota Parepare disesuaikan dengan volume sampah di masing-masing wilayah.


"Memang terdapat beberapa titik yang jadwal pengangkutan sampahnya tidak dilakukan setiap hari karena volume sampahnya relatif sedikit. Sementara di kawasan dengan volume sampah yang tinggi, pengangkutan dilakukan setiap hari, bahkan ada yang sampai dua kali dalam sehari," jelas Hardiansyah.


Sementara itu, berbagai aspirasi terkait perbaikan infrastruktur jalan maupun evaluasi data penerima bantuan sosial menjadi catatan dalam pelaksanaan reses tersebut. Aspirasi masyarakat selanjutnya akan ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku dan menjadi bahan pembahasan bersama pemerintah daerah serta instansi terkait.


Melalui kegiatan reses ini, diharapkan komunikasi antara masyarakat, pemerintah, dan wakil rakyat dapat terus terjalin sehingga berbagai kebutuhan dan permasalahan warga dapat ditindaklanjuti secara bertahap sesuai kewenangan masing-masing.


Laporan : Amiruddin

Editor : Suparman Warium