![]() |
| Rumah BUMN Selayar menyelenggarakan pelatihan bertajuk “Literasi Keuangan Tangguh: Pondasi Utama UMKM Naik Kelas” |
BERITABERSATU.COM, SELAYAR – Sebagai upaya memperkuat kapasitas pelaku usaha dalam mengelola keuangan secara profesional, Rumah BUMN Selayar menyelenggarakan pelatihan bertajuk “Literasi Keuangan Tangguh: Pondasi Utama UMKM Naik Kelas”.
Kegiatan yang berlangsung di Rumah Produksi UMKM Melati Media Agro, Kabupaten Kepulauan Selayar ini digelar pada Rabu (15/7/2026). Pelatihan ini diikuti oleh 14 mitra binaan Rumah BUMN Selayar yang didominasi oleh para produsen minyak Virgin Coconut Oil (VCO).
Program pendampingan berkelanjutan ini sengaja diselenggarakan untuk meningkatkan kemampuan pelaku UMKM dalam mengelola keuangan usaha agar lebih tertib, sehat, dan berorientasi pada pertumbuhan bisnis ke depan.
Chief Rumah BUMN Selayar, Wahdani Sariwarsi, menjelaskan bahwa kemampuan mengelola keuangan merupakan salah satu faktor krusial yang menentukan keberhasilan dan keberlanjutan sebuah UMKM.
“Banyak UMKM memiliki produk yang berkualitas, namun belum berkembang secara maksimal karena pengelolaan keuangannya masih belum tertata. Melalui pelatihan ini kami ingin mendorong para pelaku usaha agar lebih disiplin dalam mencatat setiap transaksi, memahami kondisi keuangan usahanya, serta mampu mengambil keputusan bisnis berdasarkan data keuangan yang dimiliki,” ujar Wahdani.
Selama kegiatan, suasana pelatihan berlangsung interaktif. Sesi diskusi dan tanya jawab dimanfaatkan dengan baik oleh para peserta. Mereka aktif berbagi pengalaman mengenai tantangan nyata di lapangan, mulai dari masalah klasik pencampuran uang pribadi dengan uang usaha, hingga kesulitan menentukan keuntungan bersih yang sebenarnya diperoleh.
Melalui edukasi ini, Rumah BUMN Selayar berharap para mitra binaan semakin memahami bahwa literasi keuangan bukan sekadar mencatat pemasukan dan pengeluaran semata. Lebih dari itu, manajemen keuangan yang sehat menjadi fondasi utama dalam menyusun strategi pengembangan usaha, memperluas akses pembiayaan, serta meningkatkan kepercayaan lembaga keuangan maupun investor.
Dengan pengelolaan keuangan yang tertata rapi, diharapkan semakin banyak UMKM binaan di Kepulauan Selayar yang mampu naik kelas, memperluas jangkauan pasar, dan memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. (**)


