Wujudkan Mimpi Santri, YBM PLN UP3 Pinrang Salurkan Bantuan Pendidikan ke Markaz Tahfizh Riyadhus Sholihin -->
Cari Berita

Advertisement

Masukkan iklan banner 970 X 90px di sini

Wujudkan Mimpi Santri, YBM PLN UP3 Pinrang Salurkan Bantuan Pendidikan ke Markaz Tahfizh Riyadhus Sholihin

Berita Bersatu
30 April 2026

 

YBM PLN UP3 Pinrang Salurkan Bantuan Pendidikan ke Markaz Tahfizh Riyadhus Sholihin

BERITABERSATU.COM, PINRANG – Kepedulian terhadap masa depan generasi muda kembali ditunjukkan oleh Yayasan Baitul Maal (YBM) PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Pinrang. Melalui dana zakat, infak, dan sedekah dari para pegawai PLN, lembaga ini menyalurkan bantuan Program Pendidikan bagi santriwati yang membutuhkan, sebagai langkah nyata mendukung kecerdasan bangsa.


Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis kepada Ustadz Fajrin Abu Yahya, pengelola Markaz Tahfizh Riyadhus Sholihin, serta perwakilan santriwati sebagai penerima manfaat. Suasana khidmat menyelimuti momen tersebut, menandai sinergi yang kuat antara sektor korporasi dan lembaga pendidikan agama di wilayah Pinrang.


Program ini dirancang khusus untuk memastikan bahwa keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi anak bangsa untuk mengeyam pendidikan berkualitas. Dengan bantuan ini, para santriwati diharapkan dapat lebih fokus dalam menghafal Al-Qur'an dan menuntut ilmu tanpa perlu mencemaskan kendala biaya.


"Program Pendidikan ini adalah salah satu pilar unggulan YBM PLN. Kami ingin memastikan keberlanjutan pendidikan bagi anak-anak di wilayah kerja UP3 Pinrang tetap terjaga," ujar perwakilan YBM PLN di sela kegiatan.


Bantuan yang mencakup berbagai jenjang pendidikan ini bukan sekadar bantuan finansial, melainkan wujud dari pilar pemberdayaan umat. PLN berharap langkah ini mampu menciptakan efek domino positif bagi masyarakat lokal.


Melalui aksi sosial ini, hubungan harmonis antara PLN dan komunitas lokal di Pinrang semakin erat. YBM PLN berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, membawa terang yang bukan hanya berupa listrik, tetapi juga harapan bagi masa depan pendidikan Indonesia. (**)