Wujudkan Janji Kampanye, Gus Fawait Resmikan Klinik CPMI RSD Balung untuk Lindungi Pahlawan Devisa -->
Cari Berita

Advertisement

Masukkan iklan banner 970 X 90px di sini

Wujudkan Janji Kampanye, Gus Fawait Resmikan Klinik CPMI RSD Balung untuk Lindungi Pahlawan Devisa

Berita Bersatu
27 April 2026

Bupati Jember, Muhammad Fawait saat meresmikan Klinik CPMI di Rumah Sakit Daerah (RSD) Balung


BERITABERSATU.COM, JEMBER -- Bupati Jember, Muhammad Fawait yang akrab disapa Gus Fawait, secara resmi meresmikan Klinik Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) di Rumah Sakit Daerah (RSD) Balung pada Senin (27/04/2026) petang. Peresmian ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah daerah untuk mempermudah akses dan melindungi warga yang akan bekerja ke luar negeri.

 

Dalam sambutannya, Bupati Fawait menegaskan bahwa kehadiran fasilitas ini merupakan realisasi dari janji kampanye dan visi misinya untuk mempermudah birokrasi bagi para calon pahlawan devisa tersebut.

 

Gus Fawait menyampaikan keprihatinannya terkait kondisi sebelumnya di mana banyak warga Jember yang ingin bekerja ke luar negeri terpaksa menempuh jalur non-prosedural atau jalur gelap. Hal ini tentu membawa risiko besar, baik bagi keselamatan pekerja maupun kesulitan dalam penanganan jika terjadi masalah di kemudian hari.

 

"Sesuai janji kampanye saya dulu, kami akan mempermudah akses terhadap proses bagi PMI yang akan berangkat ke luar negeri menjadi pahlawan devisa negara. Dulu kalau yang ingin berangkat ke luar negeri banyak yang lewat jalur non prosedural. Resikonya kalau ada masalah, pemerintah daerah dan pusat akan ada hambatan, tidak mudah untuk mengatasi masalah-masalah tersebut," ungkap Gus Fawait.

 

Berdasarkan data yang dimiliki, Kabupaten Jember merupakan salah satu daerah penyumbang tenaga kerja migran terbesar. Namun, ironisnya akses pelayanan resmi dirasa masih sulit dan jauh.

 

"Maka kabupaten Jember berdasarkan data masih banyak warga Jember yang berangkat ke luar negeri menjadi PMI yang non prosedural. Mereka beralasan kalau mengurus persyaratannya kantornya jauh. Karena dulu kantor Pos Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P4MI) untuk Jawa Timur hanya ada di Surabaya, Malang, dan Banyuwangi. Sementara Jember sebagai salah satu penyumbang PMI justru tidak mempunyai kantor P4MI," jelasnya.

 

Upaya keras Pemkab Jember untuk mengadvokasi permasalahan ini akhirnya membuahkan hasil. Gus Fawait menceritakan bahwa pihaknya telah melakukan pendekatan dan audiensi dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI).

 

"Kami sowan kepada Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Alhamdulillah sekarang sudah ada perwakilan P4MI yang ada di Jember. Bagi PMI yang mau mengurus administrasi dan lainnya tidak usah jauh-jauh ke Surabaya atau Banyuwangi tapi cukup ke kantor Mall Pelayanan Publik (MPP) yang ada di Kabupaten Jember," terang Bupati.

 

Dengan adanya perwakilan ini, diharapkan semua proses administrasi bisa dilakukan di dalam daerah sendiri, sehingga meminimalisir calon PMI terjebak pada calo atau jalur ilegal.

 

Selain kemudahan administrasi, terobosan besar juga dilakukan dalam hal biaya kesehatan. RSD Balung kini ditetapkan sebagai tempat resmi pemeriksaan kesehatan atau medical check-up bagi CPMI.

 

Yang menjadi kabar gembira, tarif yang ditawarkan jauh lebih ekonomis dibandingkan sebelumnya dan bahkan menjadi yang termurah di wilayah Jawa Timur.

 

"Selama ini di Jember agak susah kalau harus ke luar kota, maka RSD Balung sudah siap menjadi tempat medical check up untuk CPMI. Kalau kemarin biayanya sekitar 750 ribu rupiah, setelah peresmian medical check up ini maka harganya menjadi 450 ribu rupiah," ujarnya.

 

"Ini harga paling murah se-Jawa Timur.Ini bagian dari bentuk keberpihakan kami kepada para CPMI. Kami ingin meringankan beban mereka sebelum berangkat," tambah Gus Fawait.

 

Bupati berharap dengan adanya fasilitas yang lengkap, biaya yang terjangkau, dan lokasi yang strategis ini, warga Jember yang memiliki cita-cita bekerja di luar negeri akan semakin sadar untuk memilih jalur resmi dan prosedural.

 

"Kami berharap CPMI di Kabupaten Jember berangkat dengan jalur yang prosedural. Ini persembahan Pemkab Jember untuk CPMI yang ingin medical check-up tidak usah jauh-jauh ke luar Jember, cukup datang ke RSD Balung dengan biaya 450 ribu rupiah," pungkasnya.

 

Dengan diresmikannya klinik ini, diharapkan perlindungan terhadap pekerja migran asal Jember semakin maksimal dan kesejahteraan keluarga mereka semakin terjaga. (Tahrir