![]() |
| Ubah Sampah Jadi Energi, PLN Kawal Percepatan PSEL |
BERITABERSATU.COM, JAKARTA – PT PLN (Persero) mempertegas komitmennya dalam mendukung transisi energi hijau melalui percepatan implementasi Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Langkah ini ditempuh melalui kolaborasi strategis antara Pemerintah Daerah (Pemda) dan Badan Usaha Pelaksana Proyek (BUPP) guna mewujudkan solusi sanitasi sekaligus ketahanan energi nasional.
Aksi nyata ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang melibatkan tiga wilayah besar, yakni Pemda Bali & Bogor dengan PT Zhejiang Weiming, kemudian Pemkot Bekasi dengan PT Wangneng Bekasi Environmental Nusantara, dimana PLN Sebagai Penggerak Utama (Offtaker)
Sebagai tulang punggung kelistrikan nasional, PLN berperan krusial dalam memastikan keberlanjutan proyek ini. PLN bertindak sebagai *offtaker* (pembeli siaga) yang akan menyerap daya listrik hasil pengolahan sampah tersebut.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyatakan bahwa sinergi ini adalah langkah konkret untuk mengatasi permasalahan sampah perkotaan yang kian mendesak.
"PLN menyambut baik penandatanganan kerja sama ini sebagai langkah konkret percepatan proyek PSEL. Kami memastikan listrik yang dihasilkan dapat terintegrasi dalam sistem kelistrikan nasional dan dimanfaatkan kembali oleh masyarakat," ujar Darmawan.
Tidak hanya sekadar membeli listrik, PLN juga melakukan langkah-langkah teknis untuk menjamin keandalan sistem, di antaranya, Memastikan titik sambung listrik PSEL ke jaringan PLN berjalan efisien, Mengakselerasi proses Perjanjian Jual Beli Listrik (PJBL) agar proyek memiliki kepastian bisnis, dan Menyiapkan infrastruktur distribusi di wilayah Denpasar, Bogor, dan Bekasi agar pasokan energi domestik ini tersalurkan tanpa kendala.
Implementasi PSEL diharapkan memberikan efek domino yang positif bagi masyarakat dan lingkungan. Selain mengurangi beban tempat pembuangan akhir (TPA) yang kian penuh, proyek ini menjadi bukti nyata transformasi energi berbasis sumber daya lokal.
Melalui sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan PLN, pengolahan sampah bukan lagi sekadar urusan limbah, melainkan motor penggerak ekonomi hijau yang berkelanjutan bagi Indonesia. (**)


