Pemkab Bone–BULOG Teken MoU Hibah Lahan, Perkuat Ketahanan Pangan Nasional -->
Cari Berita

Advertisement

Masukkan iklan banner 970 X 90px di sini

Pemkab Bone–BULOG Teken MoU Hibah Lahan, Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

Berita Bersatu
10 April 2026

 

Pemkab Bone–BULOG Teken MoU Hibah Lahan


BERITABERSATU.COM, JAKARTA — Pemerintah Kabupaten Bone mengambil langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan dengan menandatangani nota kesepahaman (MoU) hibah lahan untuk pembangunan gudang modern milik Perum BULOG, Jumat (10/4/2026).


Penandatanganan berlangsung di Ruang Rapat Rojolele, Gedung BULOG, Jakarta Selatan. Dokumen hibah ditandatangani langsung oleh Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., bersama Direktur SDM dan Transformasi BULOG, Sudarsono Hardjosoekarto.


Kesepakatan tersebut bertujuan meningkatkan stabilitas harga dan ketersediaan pangan, khususnya bagi petani di Kabupaten Bone. Lahan yang dihibahkan akan dimanfaatkan untuk pembangunan infrastruktur pasca-panen serta gudang penyimpanan modern.


Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman, menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan petani dan memperkuat sistem hilirisasi pangan.


“Ini adalah langkah konkret untuk memastikan hasil keringat petani kita memiliki wadah yang layak. Dengan fasilitas modern, kualitas pangan tetap terjaga dan distribusi menjadi lebih efisien,” ujarnya.


Sementara itu, pihak BULOG mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Kabupaten Bone dalam mendukung penguatan rantai pasok pangan nasional. Pembangunan gudang ini merupakan bagian dari transformasi BULOG dalam memperkuat sistem logistik, dimulai dari daerah-daerah penghasil utama seperti Bone.


Penandatanganan yang berlangsung di kawasan Gatot Subroto tersebut menjadi titik awal dimulainya pembangunan fisik di lapangan. Kehadiran gudang modern ini diharapkan mampu menjawab berbagai tantangan sektor pertanian, terutama dalam penyimpanan dan distribusi hasil panen.


Bagi masyarakat, khususnya petani, fasilitas ini diyakini dapat memangkas rantai distribusi yang panjang serta mengurangi risiko kerugian pasca-panen. Dengan demikian, Kabupaten Bone semakin mempertegas posisinya tidak hanya sebagai produsen padi utama, tetapi juga sebagai daerah dengan sistem manajemen logistik pangan yang mandiri dan berdaya saing.


Laporan : Suparman Warium