![]() |
| Kapolda Sulsel Cium Tangan Nenek Penerima Bantuan Bedah Rumah |
Beritabersatu, Bone -- Sebuah momen penuh makna terjadi di Kabupaten Bone saat Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan, Djuhandhani Rahardjo Puro, menunjukkan sikap rendah hati dengan mencium tangan seorang nenek penerima bantuan bedah rumah. Peristiwa ini berlangsung di Markas Komando Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Sulsel dan menyita perhatian para hadirin.
Kegiatan yang awalnya berlangsung khidmat dalam rangka penyerahan bantuan program bedah rumah mendadak berubah menjadi suasana haru. Dalam agenda kunjungan kerjanya, Kapolda Sulsel menyerahkan kunci rumah secara simbolis kepada seorang nenek yang menjadi penerima manfaat program tersebut.
Tidak sekadar menjalankan tugas seremonial, Kapolda Sulsel menunjukkan gestur penuh empati dengan membungkukkan badan dan mencium tangan sang nenek. Tindakan tersebut menjadi simbol penghormatan kepada orang yang lebih tua sekaligus wujud kepedulian terhadap masyarakat.
Suasana di lokasi pun seketika hening. Sang nenek tampak terharu, dengan mata berkaca-kaca menerima bantuan tersebut. Kehadiran rumah layak huni yang baru tidak hanya memberikan tempat tinggal yang lebih baik, tetapi juga menghadirkan rasa dihargai dan dimanusiakan.
Program bedah rumah tersebut diketahui diberikan kepada keluarga Kakek Fence, seorang pengumpul plastik dan botol bekas yang sebelumnya tinggal di rumah kurang layak huni di wilayah Kelurahan Majang, Kecamatan Tanete Riattang Barat, Kabupaten Bone.
“Gestur ini mencerminkan nilai sipakatau, sipakalebbi, dan sipakainge yang menjadi bagian dari budaya Bugis—saling memanusiakan, saling menghormati, dan saling mengingatkan,” ujar salah satu saksi di lokasi kegiatan.
Proses pembangunan rumah dilakukan selama kurang lebih 19 hari secara gotong royong oleh personel Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Sulsel. Momen tersebut menjadi cerminan bahwa kehadiran Polri tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pelindung dan pengayom masyarakat yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.
Laporan : Suparman Warium


