Inspeksi Sistem Proteksi Kebakaran, Disdamkarmat Bone Cek Fasilitas BPJS Kesehatan Watampone -->
Cari Berita

Advertisement

Masukkan iklan banner 970 X 90px di sini

Inspeksi Sistem Proteksi Kebakaran, Disdamkarmat Bone Cek Fasilitas BPJS Kesehatan Watampone

Berita Bersatu
17 April 2026

 Disdamkarmat Bone Cek Fasilitas BPJS Kesehatan Watampone


BERITABERSATU.COM, BONE — Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Bone terus mengintensifkan inspeksi sistem proteksi kebakaran pada berbagai bangunan, baik instansi pemerintah maupun swasta. Kegiatan terbaru dilaksanakan di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Watampone, Jalan Majang, Kelurahan Macege, Kecamatan Tanete Riattang Barat, Jumat kemarin (17/4/2026).


Kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas permintaan pihak BPJS Kesehatan untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap sistem proteksi kebakaran aktif dan pasif di lingkungan kantor tersebut.


Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan Kabupaten Bone, Andi Supriadi, SH, menjelaskan bahwa inspeksi sistem proteksi kebakaran merupakan agenda wajib bagi setiap bangunan atau gedung.


“Inspeksi ini dilakukan untuk memastikan seluruh sistem yang terpasang dapat berfungsi dengan baik dan normal. Sehingga, apabila terjadi kebakaran, perangkat tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal dalam proses pemadaman,” ujarnya.


Menurutnya, peningkatan manajemen keselamatan kebakaran di lingkungan pemerintahan, dunia usaha, dan sektor swasta menjadi langkah strategis dalam mengantisipasi potensi kebakaran. Selain itu, inspeksi juga bertujuan memastikan kelayakan alat proteksi serta kondisi bangunan tetap memenuhi standar keselamatan.


Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan Disdamkarmat Bone, Ir. Akbar, didampingi Kepala Bidang Sarana, Pamiluddin, bersama tim inspeksi menjelaskan bahwa pemeriksaan meliputi proteksi kebakaran aktif dan pasif.


“Untuk proteksi aktif, kami memeriksa Alat Pemadam Api Ringan (APAR), sprinkler, hidran halaman dan gedung, sistem alarm kebakaran, serta detektor asap. Sedangkan proteksi pasif mencakup pencahayaan, jalur evakuasi, tanda exit, titik kumpul, hingga tangga darurat. Selain itu, kami juga menilai Manajemen Keselamatan Kebakaran Gedung (MKKG),” jelasnya.


Ia menambahkan, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pencegahan dini terhadap risiko kebakaran. Seluruh bangunan, baik milik pemerintah maupun swasta, diwajibkan menjalani inspeksi secara berkala guna memastikan seluruh perangkat proteksi kebakaran dapat berfungsi optimal.


Melalui kegiatan ini, Disdamkarmat Bone berharap kesadaran akan pentingnya keselamatan kebakaran semakin meningkat, sehingga potensi kerugian akibat kebakaran dapat diminimalkan.


Laporan : Suparman Warium