Haflah Akhirussannah Pondok Pesantren Hidayatullah Watampone, 52 Santri Resmi Ditamatkan -->
Cari Berita

Advertisement

Masukkan iklan banner 970 X 90px di sini

Haflah Akhirussannah Pondok Pesantren Hidayatullah Watampone, 52 Santri Resmi Ditamatkan

Berita Bersatu
25 Juni 2026

Haflah Akhirussannah Pondok Pesantren Hidayatullah Watampone


BONE, BB – Pondok Pesantren Hidayatullah (Yayasan Al Fath) Watampone menggelar Haflah Akhirussannah bagi santri jenjang TK, SD, MTs, dan MA di Kelurahan Panyula, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Kabupaten Bone, Selasa (24/6/2026).


Kegiatan yang mengusung tema “Generasi Qur’ani, Unggul, Mandiri, dan Berkarakter Menuju Masa Depan Gemilang” tersebut menjadi wujud rasa syukur atas selesainya masa pendidikan para santri sekaligus momentum perpisahan bagi peserta didik yang telah menuntaskan jenjang pendidikannya.


Acara dihadiri Ketua DPW Hidayatullah Sulawesi Selatan sekaligus Ketua Badan Pembina Pondok Pesantren Hidayatullah Bone, Dr. Muh. Sholeh Ufsman,  Kepala Kantor Kecamatan Tanete Riattang Timur, Andi Habibie, S.T., M.Si., perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Bone, pimpinan pondok pesantren, ketua yayasan, serta pengawas pendidikan setempat.


Sebanyak 52 santri mengikuti prosesi penamatan, terdiri atas 15 santri TK, 22 santri SD, dan 15 santri jenjang MTs/MA.


Pimpinan Pondok Pesantren Hidayatullah (Yayasan Al Fath) Panyula, Drs. Ismail Mukhtar, berpesan kepada para santri, khususnya lulusan MA, agar senantiasa menghormati guru, pembina, orang tua, dan pengasuh pesantren.


“Ini bukanlah akhir, melainkan awal perjalanan panjang anak-anakku ke depan. Ingat, ilmu yang diperoleh di pondok ini adalah bekal yang tidak akan pernah habis,” ujarnya.


Ia juga menekankan pentingnya mengamalkan ilmu yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan di pesantren untuk kemaslahatan diri sendiri, keluarga, maupun masyarakat.


Sementara itu, Camat Tanete Riattang Timur, Habibi, menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada seluruh santri yang telah menyelesaikan pendidikan mereka di Pondok Pesantren Yayasan Al Fath.


Menurutnya, program Pemerintah Kabupaten Bone melalui gerakan “Lisu Massikolah” diharapkan mampu menekan angka putus sekolah di daerah tersebut.


“Kegiatan seperti ini menjadi motivasi bagi kita semua, baik di lembaga pendidikan negeri maupun swasta, untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan mendorong anak-anak menyelesaikan pendidikannya,” kata Habibi.


Mewakili Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Pendidikan Kabupaten Bone, perwakilan yang hadir menyampaikan bahwa pendidikan pesantren merupakan pilihan yang mulia karena memberikan penguatan karakter dan pemahaman keagamaan yang komprehensif kepada peserta didik.


“Pilihan orang tua memasukkan anak ke pesantren merupakan keputusan yang tepat karena anak-anak dibekali pondasi agama yang kuat, memahami fikih, akhlak, aqidah, dan tafsir sehingga tumbuh menjadi generasi yang saleh dan salehah,” ujarnya.


Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para ustaz, ustazah, serta pembina pesantren atas dedikasi mereka dalam mendidik para santri, seraya berharap ilmu yang diajarkan menjadi amal jariyah yang terus mengalir.


Ketua DPW Hidayatullah Sulawesi Selatan, Dr. Muh. Sholeh Ufsman, dalam sambutannya menegaskan bahwa proses pendidikan yang berlangsung di Pondok Pesantren Hidayatullah Panyula merupakan investasi besar bagi masa depan umat dan daerah.


“Bukan tidak mungkin, anak-anak yang hari ini kita resmikan kelak akan menjadi pemimpin di Kabupaten Bone. Karena itu, setiap orang tua, guru, dan pendidik harus selalu memandang anak-anak dengan optimisme dan harapan akan masa depan yang cerah,” tuturnya.


Ia menambahkan bahwa tugas para pendidik bukan hanya mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kehidupan dan membentuk karakter generasi muda.


Acara Haflah Akhirussannah berlangsung khidmat dan penuh haru. Selain menjadi ajang penamatan santri, kegiatan ini juga menjadi momentum mempererat silaturahmi antara pihak pesantren, orang tua santri, pemerintah, dan masyarakat dalam mendukung lahirnya generasi Qur’ani yang unggul, mandiri, dan berkarakter.(*)


Laporan : Suparman Warium