166 Operator Desa di Luwu Utara Ikuti Bimtek Siskeudes, Dorong Transparansi Keuangan Desa -->
Cari Berita

Advertisement

Masukkan iklan banner 970 X 90px di sini

166 Operator Desa di Luwu Utara Ikuti Bimtek Siskeudes, Dorong Transparansi Keuangan Desa

Berita Bersatu
11 April 2026

166 Operator Desa di Luwu Utara Ikuti Bimtek Siskeudes


BERITABERSATU.COM, LUWU UTARA – Sebanyak 166 operator pengelolaan keuangan desa di Kabupaten Luwu Utara mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Sistem Keuangan Desa (Siskeudes) yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Luwu Utara di Hotel Premier Karebosi, Kota Makassar.


Kegiatan tersebut berlangsung selama empat hari, mulai 10 hingga 13 April 2026, dan secara resmi dibuka oleh Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim.


Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DPMD Luwu Utara, Andi Syarifah Mahaeminah, menjelaskan bahwa penerapan Siskeudes versi terbaru merupakan langkah strategis dalam mendukung tertib administrasi keuangan desa.


Ia berharap seluruh perangkat desa, khususnya sekretaris desa dan bendahara, dapat memahami serta mengimplementasikan aplikasi tersebut secara optimal. Dengan demikian, pengelolaan keuangan desa menjadi lebih tertata, baik dari sisi arsip maupun ketepatan perhitungan.


Sementara itu, Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, dalam sambutannya menyampaikan bahwa aplikasi Siskeudes merupakan alat bantu penting bagi pemerintah desa dalam mengelola keuangan secara efektif dan efisien.


Menurutnya, pengembangan Siskeudes yang kini telah terkoneksi pada versi 2.0.8 dan 2.0.9 akan semakin memudahkan pemerintah desa dalam meningkatkan tata kelola keuangan yang transparan.


“Hal ini diharapkan dapat mendorong pemerataan ekonomi serta mempercepat pengentasan kemiskinan,” ujarnya.


Ia juga menambahkan bahwa perkembangan teknologi membawa perubahan signifikan pada setiap aplikasi, termasuk Siskeudes yang kini memiliki fitur tambahan yang lebih cepat dan akurat dibandingkan versi sebelumnya.


Karena itu, lanjutnya, kegiatan Bimtek menjadi sangat penting dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di desa.


Lebih jauh, Bupati yang akrab disapa Opu itu menegaskan bahwa fokus pembangunan daerah dimulai dari desa, sehingga pengelolaan keuangan yang baik menjadi kunci dalam mendorong pemerataan ekonomi.


Ia juga menyebutkan bahwa pemerintah daerah memiliki target program cetak sawah yang membutuhkan dukungan berbagai pihak guna memperkuat ekonomi masyarakat desa sekaligus menekan angka kemiskinan. (Kaisar