![]() |
| tokoh masyarakat Desa Gampingan, H. Rofii Iswahyudi |
BERITABERSATU.COM, MALANG – Hubungan antara PT Ekamas Fortuna dengan masyarakat pengolah limbah di Desa Gampingan, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang, kini memasuki babak baru yang penuh optimisme.
Setelah sempat diwarnai dinamika pengelolaan limbah yang berujung pada mediasi di awal tahun 2026, kedua belah pihak kini sepakat untuk berjalan beriringan demi mendongkrak kesejahteraan lokal dan pemberdayaan masyarakat.
Langkah maju ini mendapat apresiasi hangat dari tokoh masyarakat berpengaruh di Desa Gampingan, H. Rofii Iswahyudi. Sosok yang akrab disapa Abah Rofii tersebut menyatakan bahwa komunikasi yang terjalin pascamediasi telah membuka ruang bagi warga untuk kembali menggerakkan roda ekonomi melalui pemanfaatan limbah kertas menjadi produk bernilai tambah.
Menurutnya, kesepakatan untuk mengembalikan skema pengelolaan limbah kepada warga merupakan angin segar bagi mata pencaharian penduduk setempat.
Meskipun saat ini proses legalitas pengolahan limbah masih dalam tahap pengurusan sesuai instruksi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Malang, Abah Rofii menegaskan komitmen warga untuk menaati prosedur yang berlaku. Ia optimis bahwa setelah seluruh perizinan di tingkat DLH terpenuhi, operasional pengelolaan limbah akan kembali normal dan menciptakan lapangan kerja yang signifikan bagi warga sekitar.
Tak hanya fokus pada urusan limbah, PT Ekamas Fortuna juga membuktikan kepedulian sosialnya melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) yang menyasar sektor pendidikan. Baru-baru ini, pihak perusahaan melalui divisi Humas menyerahkan bantuan unit komputer kepada Kepala Desa Gampingan untuk menunjang sarana Perpustakaan Desa (Perpusdes).
"Bantuan ini diharapkan mampu meningkatkan literasi dan kualitas edukasi bagi generasi muda di desa tersebut," Katanya.
Kepedulian perusahaan yang mencakup bantuan buku hingga sarana digital ini dinilai sebagai bentuk nyata tanggung jawab sosial pascamediasi Februari 2026 lalu. Sinergi yang kuat antara sektor industri dan masyarakat ini diharapkan menjadi percontohan bagaimana sebuah konflik kepentingan dapat bertransformasi menjadi kolaborasi produktif yang saling menguntungkan dalam jangka panjang. (Yanti)


