![]() |
| Sekolah Budaya I Lagaligo Luwu Utara Buka Angkatan ke-7 |
BERITABERSATU, LUWU UTARA – Sekolah Budaya I Lagaligo Cabang Luwu Utara kembali membuka kegiatan pembelajaran untuk angkatan ke-7 dengan mencatatkan rekor jumlah pendaftar terbanyak sejak berdiri pada 2020, yakni sebanyak 73 peserta.
Pembukaan angkatan terbaru ini menjadi bukti tingginya minat generasi muda terhadap pelestarian budaya lokal, khususnya di bidang seni dan teater. Sekolah budaya ini selama enam tahun terakhir terus konsisten menjadi wadah pembinaan bakat sekaligus pelestarian adat dan tradisi Luwu.
Pemerintah Kabupaten Luwu Utara turut memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Baharuddin, menegaskan bahwa budaya Luwu merupakan bagian penting dari identitas daerah yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi penerus.
“Budaya adalah jati diri daerah. Melalui kegiatan seperti ini, kita berharap generasi muda semakin mencintai dan melestarikan warisan leluhur,” ujarnya di Baruga Kemakolean Baebunta La Temmacelling, Senin (30/03/2026).
Sementara itu, Makole Baebunta, YM Andi Syarifah Muhaeminah Opu Daengna Puteri, menyebut program ini sebagai investasi jangka panjang dalam menjaga eksistensi budaya Luwu di masa depan.
"Kehadiran Sekolah Budaya I Lagaligo tidak hanya membina kemampuan seni, tetapi juga membentuk karakter generasi muda agar lebih memahami nilai-nilai budaya lokal," Ucapannya.
Ia melanjutkan bahwa sejak dirintis pada 2020, sekolah ini telah berperan aktif dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang seni dan budaya, sekaligus menjadi benteng dalam mencegah hilangnya warisan adat di tengah arus modernisasi.
Sebagai bentuk komitmen nyata, Pemerintah Kabupaten Luwu Utara juga merencanakan pembangunan Rumah Adat Kemakoleaan melalui alokasi APBD tahun 2026. Fasilitas ini nantinya akan difungsikan sebagai pusat pelestarian dan edukasi budaya Luwu.
"Dengan berbagai upaya tersebut, diharapkan kecintaan generasi muda terhadap budaya lokal semakin tumbuh, serta mampu memperkuat identitas daerah di tengah perkembangan zaman," pungkasnya. (Kaisar)


