![]() |
| Camat Gumukmas Dannie Allcholin bersama Kades Rudianto melihat langsung kondisi dapur SPPG Gumukmas 02 |
BERITABERSATU.COM, JEMBER – Menanggapi "suara miring" masyarakat terkait kualitas menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Camat Gumukmas, Dannie Allcholin, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gumukmas 02 di Dusun Jatiagung, Desa Gumukmas.
Langkah responsif ini diambil untuk memastikan bahwa program unggulan Presiden Prabowo Subianto tersebut tetap terjaga kualitasnya, baik dari segi kandungan gizi maupun standar harga yang telah ditetapkan.
Dalam kunjungannya, Dannie menyoroti perbedaan mencolok antara dua jenis penyajian yang selama ini digunakan: Menu Pabrikasi dan Olahan Sendiri.
"Penataan menu itu penting untuk meningkatkan selera makan. Ibarat kopi, rasa di warung jalanan mungkin sama dengan cafe, tapi cafe menang di kemasan dan tempat. Kami ingin MBG juga begitu," ujar Dannie mengibaratkan.
Untuk meredam spekulasi, Camat menegaskan bahwa setiap porsi harus sesuai dengan pagu harga, yakni Rp8.000 untuk porsi kecil dan Rp10.000 untuk porsi besar. Kedepannya, pihak SPPG diminta untuk menampilkan rincian menu harian beserta harga satuannya secara transparan.
"Jangan sampai satu SPPG salah, lalu dianggap semua SPPG gagal. Ini program marathon setiap hari, jadi sistem pengawasan harus kuat," tegas Dannie.
Kepala SPPG Jember Gumukmas 02, Novardin, menyambut baik kritik dan saran yang masuk. Ia mengakui bahwa operasional dapur yang baru berjalan hitungan hari membuat aspek estetika penyajian belum sempurna.
"Karena dapur kami masih baru running beberapa hari, mungkin dari segi estetika kurang menarik. Kami sangat berterima kasih atas masukannya dan berkomitmen untuk terus memperbaiki diri," ungkap Novardin.
Salah satu tantangan teknis yang dihadapi adalah menjaga kesegaran bahan alami, seperti buah pisang yang mudah berubah warna (menghitam) setelah dipotong, yang mempengaruhi tampilan meskipun secara gizi masih baik.
Pemerintah Kecamatan mengimbau warga untuk terus berpartisipasi dalam pengawasan. Jika ditemukan ketidaksesuaian kualitas, masyarakat diminta segera melapor melalui kanal resmi "Wadul Guse". (Tahrir)


