BERITABERSATU.COM, SINJAI – Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) resmi genap berusia 65 tahun pada Rabu, 6 Maret 2026. Momentum bersejarah bagi satuan elit TNI Angkatan Darat ini memicu gelombang apresiasi dan dukungan dari berbagai instansi di seluruh penjuru tanah air.
Salah satu apresiasi datang dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sinjai. Pihak legislatif Bumi Panrita Kitta tersebut secara khusus menyampaikan ucapan selamat dan harapan bagi pengawal kedaulatan negara tersebut.
"Pimpinan dan Anggota DPRD Sinjai mengucapkan Dirgahayu Kostrad ke-65 Tahun. Kostrad Prima, Mengabdi Untuk Indonesia Maju," ungkap Pimpinan DPRD Sinjai dalam pernyataan resminya.
Berdasarkan catatan sejarah resmi TNI AD, Kostrad lahir dari gagasan visioner Jenderal TNI Abdul Haris Nasution pada tahun 1961. Saat itu, beliau memandang Indonesia membutuhkan kekuatan cadangan strategis yang bersifat mobil, siap tempur, dan memiliki kemampuan lintas udara (airborne).
Secara resmi, cikal bakal Kostrad—yang awalnya bernama Korps Tentara Ke-I/Cadangan Umum Angkatan Darat (Korra-I/Caduad)—disahkan melalui SK Men/Pangad pada 6 Maret 1961.
Meski baru terbentuk, Kostrad langsung diuji oleh sejarah. Berikut adalah beberapa catatan gemilang penugasan awal Kostrad:
* Pembebasan Irian Barat (1960): Kostrad sukses melaksanakan operasi meski saat itu kekuatan baru mencapai 60%.
* Operasi Dwikora (1964): Menghadapi konfrontasi dengan Malaysia, Kostrad membentuk Komando Mandala Siaga (Kolaga) dan mengerahkan dua komando tempur (Kopur I Rencong di Sumatra dan Kopur II di Kalimantan).
* Panglima Pertama: Jabatan Panglima Kostrad pertama kali diemban oleh Mayor Jenderal Soeharto, yang di kemudian hari menjadi Presiden Republik Indonesia ke-2.
Kini, di usia yang ke-65, Kostrad terus bertransformasi menjadi kekuatan yang disegani, siap menghadapi tantangan zaman baik dari dalam maupun luar negeri demi menjaga keutuhan NKRI. (Ads)


