![]() |
| Sidak Takjil di Sinjai: Dinkes Pastikan Menu Buka Puasa Warga Bebas 'Zat Bahaya' |
BERITABERSATU.COM, SINJAI – Suasana sore di Kabupaten Sinjai mulai riuh dengan deretan penjaja takjil. Namun, di balik segarnya es buah dan gurihnya gorengan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Sinjai bergerak cepat memastikan tak ada "penumpang gelap" berupa bakteri atau zat kimia berbahaya dalam menu berbuka warga.
Menyambut Ramadhan 1447 H, Dinkes Sinjai menerjunkan tim khusus untuk melakukan pengawasan ketat di titik-titik strategis seperti Pasar Sentral, Kawasan Masjid Agung, hingga Lappa.
Ada yang berbeda dalam pengawasan tahun ini. Jika sebelumnya petugas langsung mengambil sampel, kali ini pendekatannya lebih mendalam. Kepala Dinas Kesehatan Sinjai, dr. Emmy Kartahara Malik, MARS, menekankan bahwa kebersihan lokasi adalah harga mati sebelum uji laboratorium dilakukan.
"Kalau lingkungannya masih kotor dan jajanannya masih terbuka, harus dibersihkan dan ditutup dulu, baru kemudian kita lanjut ke pemeriksaan sampel," tegas dr. Emmy.
Strategi ini diambil berdasarkan evaluasi tahun lalu. Dinkes menilai, uji laboratorium akan sia-sia jika sejak awal proses produksi dan lingkungan jualan sudah tidak higienis. Dengan cara ini, penggunaan reagen laboratorium pun menjadi lebih efisien dan tepat sasaran.
Dinkes Sinjai tak main-main dengan menurunkan tiga tim ahli yang terdiri dari Tenaga Kefarmasian & Sanitarian (Cek bahan dan lingkungan), Tenaga Promosi Kesehatan (Edukasi pedagang), dan Petugas Labkesda (Uji bakteriologi dan kimia).
Petugas menyisir setiap lapak, mulai dari cara penyimpanan bahan hingga perilaku hidup bersih pedagangnya. Pengambilan sampel kini dilakukan secara selektif hanya pada makanan yang dicurigai mengandung bahan tambahan pangan berbahaya atau yang berisiko tinggi tercemar.
Tak hanya berperan sebagai "pengawas", tim di lapangan juga menjadi mentor bagi para pedagang. Mereka memberikan edukasi langsung mengenai pentingnya menutup dagangan agar tidak terpapar debu dan lalat, serta memastikan penggunaan bahan tambahan pangan yang aman dikonsumsi.
Dengan pengawasan ketat ini, warga Sinjai diharapkan bisa beribadah dengan tenang tanpa perlu khawatir akan risiko keracunan pangan. Ramadhan sehat, takjil pun nikmat. (Ads)


