![]() |
| Anggota DPRD Kabupaten Sinjai, H. Ridwan Anis, menjemput aspirasi warga di Lingkungan Samaenre |
BERITABERSATU.COM, SINJAI – Anggota DPRD Kabupaten Sinjai, H. Ridwan Anis, turun langsung menjemput aspirasi warga dalam kegiatan reses yang digelar di Lingkungan Samaenre, Senin (16/02/2026). Pertemuan yang berlangsung hangat dan dialogis ini menjadi ajang bagi warga untuk menyampaikan berbagai persoalan mendesak, mulai dari infrastruktur hingga masalah air bersih.
Keluhan utama datang dari Ketua RT 1 RW 3, Sultan, yang menilai program bedah rumah di Kelurahan Lappa masih sangat minim. Ia mengusulkan skema pembangunan rumah baru senilai Rp50 juta bagi warga kurang mampu.
Tak hanya hunian, Sultan juga menyuarakan kegelapan yang menyelimuti wilayahnya saat malam hari.
“Di Samaenre belum ada lampu jalan, padahal sudah ada empat tiang yang berdiri tegak. Kami butuh penerangan segera,” tegasnya.
Selain itu, warga menaruh harapan besar pada kelanjutan pembangunan jalan menuju Jalan Saruh yang menyisakan 300 meter lagi, serta bantuan anggaran untuk Masjid Nurul Hikmah.
Persoalan klasik mengenai pelayanan publik juga mencuat. Ketua RW, Muchtar B, mengeluhkan kualitas layanan PDAM yang dianggap tidak konsisten. Ia memaparkan kondisi ironis di mana air sering macet saat kemarau, namun berubah menjadi keruh ketika musim hujan tiba.
Ia juga meminta kejelasan status aset daerah berupa eks patung kuda di wilayah tersebut. Warga berharap lahan tersebut bisa dimanfaatkan daripada sekadar menjadi bangunan terbengkalai.
Kepala Lingkungan Samaenre, H. Ansar, membawa usulan strategis untuk mendongkrak ekonomi warga, di antaranya Perbaikan embung seluas 4 hektare untuk pengairan sawah, pengadaan bibit sapi dan kambing bagi peternak lokal, dan perbaikan jalan tani menuju SD 105 dan penataan sempadan Sungai Bonto.
Faktor keselamatan pun tak luput dari pembahasan. Warga meminta penebangan pohon pettapogawae yang dinilai rawan tumbang dan membahayakan keselamatan warga sekitar.
Mendengar rentetan aspirasi tersebut, H. Ridwan Anis menegaskan komitmennya untuk membawa suara warga Samaenre ke meja pembahasan di parlemen. Ia berjanji akan mengawal usulan tersebut agar masuk dalam skala prioritas anggaran daerah.
“Semua aspirasi ini kami catat dengan seksama. Kami akan perjuangkan melalui mekanisme di DPRD bersama pemerintah daerah agar bisa direalisasikan secara bertahap, tentu dengan melihat kemampuan anggaran kita,” pungkas politisi tersebut.
Warga juga menitipkan pesan terakhir agar insentif RT/RW tetap dipertahankan, mengingat peran vital mereka sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat di tingkat bawah. (Ads)


