Peringati Hari Pers, AMWI Gelar Seminar Literasi Media, Wabup Bone Tekankan Pentingnya Cerdas Bermedia -->
Cari Berita

Advertisement

Masukkan iklan banner 970 X 90px di sini

Peringati Hari Pers, AMWI Gelar Seminar Literasi Media, Wabup Bone Tekankan Pentingnya Cerdas Bermedia

Berita Bersatu
06 Februari 2026

 

Peringati Hari Pers, AMWI Gelar Seminar Literasi Media, Wabup Bone Tekankan Pentingnya Cerdas Bermedia

BERITABERSATU.COM, BONE — Upaya memperkuat kecerdasan bermedia di kalangan pelajar terus digencarkan. Wakil Bupati Bone, Andi Akmal Pasluddin, secara resmi membuka Seminar Literasi Media yang diselenggarakan Aliansi Media Wartawan Indonesia (AMWI) di Aula Lamellong, Dinas Pendidikan Kabupaten Bone, Sabtu (7/2/2026).


Kegiatan yang digelar dalam rangka menyambut Hari Pers ini menjadi momentum penting kolaborasi antara insan pers dan dunia pendidikan dalam membangun budaya literasi informasi yang sehat, kritis, dan bertanggung jawab di era digital yang serba cepat.


Dalam sambutannya, Wakil Bupati Bone menegaskan bahwa media memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan sosial, ekonomi, dan politik masyarakat. Oleh karena itu, peningkatan literasi media, khususnya di lingkungan pendidikan, menjadi kebutuhan mendesak agar masyarakat mampu menyikapi arus informasi secara bijak.


“Literasi media bukan sekadar kemampuan membaca berita, tetapi juga memahami, memverifikasi, dan bertanggung jawab atas setiap informasi yang diterima maupun disebarkan,” ujar Andi Akmal Pasluddin.


Ketua Aliansi Media Wartawan Indonesia (AMWI), Dedi Hamzah, menyampaikan bahwa sebagai negara demokrasi, Indonesia sangat bergantung pada media sebagai salah satu pilar utama dalam menyampaikan informasi dan membangun pemahaman publik. Namun, derasnya arus informasi digital saat ini menuntut kemampuan literasi media yang kuat sejak usia dini.


“Seminar ini kami gelar untuk meningkatkan kemampuan literasi media sejak usia dini, karena arus informasi digital saat ini sangat deras dan tidak semuanya layak dikonsumsi tanpa penyaringan,” kata Dedi Hamzah.


Ia menambahkan bahwa pers tidak hanya berfungsi sebagai penyampai berita, tetapi juga memiliki peran edukatif dalam membentuk cara pandang generasi muda terhadap informasi.


“Kami ingin mendorong kolaborasi nyata antara insan pers dan sekolah agar budaya literasi tumbuh kuat di lingkungan pendidikan,” ujarnya.


Seminar Literasi Media AMWI mengangkat tema “Cerdas Bermedia Sosial, Lawan Hoaks dan Cyber Bullying di Lingkungan Sekolah”, yang dinilai sangat relevan dengan tantangan generasi muda saat ini. Peserta diberikan ruang untuk berdiskusi dan belajar memanfaatkan media sosial secara cerdas, sekaligus memahami dampak negatif informasi yang tidak terverifikasi serta ancaman cyber bullying.


Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Nonformal/Kesetaraan Dinas Pendidikan Kabupaten Bone, Hj. Andi Rasna, S.Pd., M.Pd., menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan seminar tersebut. Menurutnya, literasi media merupakan kompetensi penting yang harus ditanamkan secara berjenjang di semua tingkat pendidikan.


“Kegiatan literasi media sangat relevan diterapkan di semua jenjang pendidikan karena menjadi bekal penting bagi peserta didik dalam menghadapi tantangan informasi di era digital,” ungkapnya.


Seminar Literasi Media AMWI dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai 7 hingga 9 Februari 2026. Hari pertama diikuti peserta tingkat TK/PAUD, hari kedua tingkat SD, dan hari terakhir tingkat SMP. Materi yang diberikan meliputi pengenalan media, teknik menyaring informasi, serta etika dan keamanan dalam bermedia digital.


Wakil Bupati Bone menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari upaya berkelanjutan untuk membangun masyarakat yang cerdas dan bijak dalam bermedia. Pemerintah daerah, kata dia, sangat mendukung kegiatan tersebut karena literasi media merupakan fondasi penting dalam membangun masyarakat yang kuat dan peduli.


“Setiap informasi yang diterima harus diverifikasi terlebih dahulu sebelum disebarkan agar tidak menimbulkan dampak negatif di masyarakat,” tegasnya.


Ia juga mengapresiasi sinergi antara Dinas Pendidikan Kabupaten Bone dan Aliansi Media Wartawan Indonesia (AMWI). Menurutnya, kerja sama pemerintah dan media merupakan kunci dalam menciptakan ekosistem informasi yang sehat dan bertanggung jawab.


“Kepada para guru, saya berharap dapat menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing, menyebarkan informasi yang bermanfaat, serta mencegah penyebaran informasi yang merugikan,” ujarnya.


Sebagai penutup, Wakil Bupati Bone menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi serta kepada seluruh peserta yang hadir.


“Semoga seminar ini memberikan manfaat besar, tidak hanya bagi kita yang hadir, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Kabupaten Bone. Mari bermedia sosial dengan bijak agar Kabupaten Bone dapat dikenal lebih luas,” tutupnya. (*)


Laporan: Suparman Warium