Tradisi Je’ne - Je'ne Sappara: Ritual ‘Memandikan’ Harapan Petani Borong Tala di Pesisir Jeneponto -->
Cari Berita

Advertisement

Masukkan iklan banner 970 X 90px di sini

Tradisi Je’ne - Je'ne Sappara: Ritual ‘Memandikan’ Harapan Petani Borong Tala di Pesisir Jeneponto

Berita Bersatu
05 Februari 2026

Tradisi Je’ne - Je'ne Sappara: Ritual ‘Memandikan’ Harapan Petani Borong Tala di Pesisir Jeneponto


BERITABERSATU.COM, JENEPONTO – Gemuruh ombak di pesisir Desa Borong Tala, Kecamatan Tamalatea, Rabu (4/2/2026) pagi, terasa berbeda. Ratusan warga tumpah ruah ke bibir pantai, bukan sekadar untuk berekreasi, melainkan untuk menjaga nyala api tradisi leluhur bertajuk Je’ne-Je'ne Sappara.


Secara harfiah, ritual ini berarti "mandi di laut". Namun bagi masyarakat agraris Borong Tala, air asin bukan sekadar pembersih raga, melainkan simbol pembersihan diri dan alat-alat produksi dari segala hambatan sebelum menjemput musim panen.


Kepala Desa Borong Tala, Evendi Amba, SE., menjelaskan bahwa ritual ini adalah bentuk sinkronisasi antara manusia, alam, dan alat kerja. Tradisi ini telah berakar kuat sejak zaman nenek moyang mereka.


"Orang tua dulu punya kebiasaan, setelah tahap awal olah lahan sawah selesai, semua alat seperti cangkul dan parang harus dibawa ke laut untuk dicuci bersih. Ini simbol penghormatan agar hasil bumi melimpah dan dijauhkan dari marabahaya," ungkap Evendi.


Acara dimulai pukul 07.00 WITA dengan doa bersama yang khidmat di bawah langit pagi. Adapun rangkaian prosesi yang membuat kegiatan ini begitu khas, diantaranya Kirab Alat Tani: Warga berbaris membawa cangkul dan parang serta sesaji tradisional seperti dodol bakar dan buras.

Penyucian Alat: Di pinggir pantai, alat-alat pertanian dibasuh dengan air laut, disusul dengan diskusi hangat antar petani mengenai strategi tanam.

Kemudian, Makan Bersama (Kembul): Menutup ritual, warga duduk melingkar menyantap hidangan yang dibawa, memperkuat ikatan emosional antarwarga.


Kehadiran Waka Polres Jeneponto, Kompol Sahabuddin, SE. M. AP., memberikan rasa aman selama acara berlangsung. Pihak kepolisian mengapresiasi kerukunan warga yang tetap tertib meski dihadiri ratusan orang.


Selain nilai sakral, Evendi berharap Je’ne Sappa-sappara bisa naik kelas menjadi daya tarik wisata budaya di Sulawesi Selatan. "Kita ingin generasi muda bangga dengan identitasnya. Ini bukan hanya soal mencuci alat, tapi soal gotong royong dan rasa syukur," tutupnya. (Rezky)