![]() |
| Launching GENK BURASA, Pemkab Luwu Utara Perkuat Percepatan Penurunan Stunting Berbasis Data |
BERITABERSATU.COM, LUWU UTARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu Utara kembali menegaskan komitmennya dalam percepatan penurunan angka stunting melalui peluncuran program GENK BURASA (Gerakan Kamiri Berantas Stunting Bersama) yang digelar di Desa Kamiri.
Program inovatif ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Desa Kamiri dan Badan Pusat Statistik dalam kerangka program Desa Cinta Statistik 2025. Kini, GENK BURASA resmi dikelola oleh Pemkab Luwu Utara agar dapat diperluas dan direplikasi ke desa-desa lain di wilayah tersebut.
Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, menegaskan bahwa upaya penanganan stunting tidak bisa lagi dilakukan secara konvensional, melainkan harus berbasis data yang akurat dan terukur.
“Kita tidak bisa lagi bekerja dengan asumsi. Intervensi harus tepat sasaran agar benar-benar menyentuh yang membutuhkan,” tegasnya saat launching program, di Aula Kantor Bupati Luwu Utara, Kamis (26/06/2026).
Menurutnya, kehadiran GENK BURASA menjadi bukti bahwa desa mampu berinovasi melalui pengelolaan data yang baik, mulai dari tahap perencanaan, penganggaran, hingga evaluasi program. Dengan pendekatan berbasis data, kebijakan yang diambil pemerintah diharapkan lebih efektif, transparan, dan tepat sasaran.
Program ini juga telah menorehkan prestasi dengan meraih penghargaan sebagai Inovasi Desa Cinta Statistik Terbaik se-Sulawesi Selatan serta masuk dalam 12 inovasi terbaik tingkat nasional.
Secara substansi, GENK BURASA menghadirkan sejumlah manfaat strategis, antara lain memastikan penanganan stunting lebih terarah dan berbasis data riil di lapangan, mendorong transformasi digital dan tata kelola desa yang modern, serta memperkuat sistem perencanaan dan penganggaran yang efektif dan transparan.
Dengan peluncuran ini, Pemkab Luwu Utara menargetkan program dapat direplikasi di seluruh desa guna mendukung terwujudnya generasi sehat dan bebas stunting.
Melalui GENK BURASA, Luwu Utara membuktikan bahwa kolaborasi, inovasi, dan pemanfaatan data menjadi kunci utama dalam membangun masa depan generasi yang lebih sehat dan berkualitas. (Kaisar)


