Inovasi "Jelajah Sampah": Jurus Pemuda Muhammadiyah Sinjai Timur Melawan Pencemaran Lewat Kolaborasi Lintas Sektor -->
Cari Berita

Advertisement

Masukkan iklan banner 970 X 90px di sini

Inovasi "Jelajah Sampah": Jurus Pemuda Muhammadiyah Sinjai Timur Melawan Pencemaran Lewat Kolaborasi Lintas Sektor

Berita Bersatu
07 Februari 2026

aksi "Gerakan Jelajah Sampah Pesisir"


BERITABERSATU.COM, SINJAI – Memasuki tahun kedua kepemimpinan Musrafil, Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah Sinjai Timur kembali menorehkan terobosan nyata. Berkolaborasi dengan Karang Taruna Mangrove Desa Tongke-Tongke, mereka sukses menggelar aksi "Gerakan Jelajah Sampah Pesisir" pada Minggu (08/02/2026).


Kegiatan yang berpusat di wilayah pesisir Desa Tongke-Tongke ini dibuka langsung oleh Wakil Bupati Sinjai. Aksi lingkungan ini melibatkan jajaran OPD, Forkopincam Sinjai Timur, Pemerintah Desa, hingga berbagai organisasi kemahasiswaan dan pelajar yang bahu-membahu bersama masyarakat setempat.


Dalam sambutannya, Wakil Bupati Sinjai menekankan bahwa keindahan Sinjai adalah warisan yang harus dijaga. Ia menyoroti tingginya sebaran sampah di Desa Tongke-Tongke dan berharap aksi ini menjadi pemantik perubahan perilaku.


"Budaya memelihara lingkungan harus digelorakan. Kebiasaan memilah sampah harus dimulai dari lingkup terkecil, yaitu rumah tangga. Saya berharap kegiatan ini dilakukan secara berjenjang," tegas Wabup.


Musrafil, Ketua Pemuda Muhammadiyah Sinjai Timur, menjelaskan bahwa gerakan ini lahir dari rasa empati terhadap pencemaran wilayah pesisir. Namun, lebih dari sekadar aksi bersih-bersih, ini adalah misi edukasi dan ekonomi.


"Ini adalah gerakan edukatif agar masyarakat semakin terdidik dalam mengelola limbah. Kami juga mendorong Ekonomi Sirkular (Kurangi, Guna Ulang, Daur Ulang). Ini selaras dengan prinsip Islam Berkemajuan untuk memperkuat kemandirian ekonomi umat," jelas Musrafil.


Senada dengan hal tersebut, Ketua Karang Taruna Mangrove Tongke-Tongke, Faisal Setiawan, menegaskan komitmennya untuk menjadikan desa mereka sebagai pionir kebersihan.


"Kami berkomitmen ke depannya menjadikan Tongke-Tongke sebagai Desa Nol Sampah," ujarnya optimis.


Kegiatan ini dikemas secara menarik dengan rangkaian agenda yang terstruktur, diantaranya Apel Bersama: Penyatuan visi seluruh relawan, Pembersihan & Pemilahan: Memisahkan sampah organik, anorganik, dan residu, dan Penimbangan & Penjualan: Sampah yang bernilai ekonomis langsung diuangkan.


Berkat dukungan penuh dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Sinjai, sampah yang terkumpul tidak hanya dibuang ke TPA, tetapi langsung diserap oleh Bank Sampah Induk DLHK.


Data Hasil Jelajah Sampah, total 108 Trash Bag sampah, sampah Residu 200 Kg, dan Sampah Ekonomis (Dijual) 50 Kg.


Musrafil menutup dengan apresiasi tinggi kepada DLHK Sinjai yang telah memfasilitasi kegiatan ini, membuktikan bahwa kolaborasi antara pemuda dan pemerintah adalah kunci utama dalam menjaga kelestarian alam Sinjai. (**)