Gema Sejarah di Bumi Panrita Kitta, Kala Andi Jusman Bacakan Riwayat Sinjai pada Puncak HJS ke-456 -->
Cari Berita

Advertisement

Masukkan iklan banner 970 X 90px di sini

Gema Sejarah di Bumi Panrita Kitta, Kala Andi Jusman Bacakan Riwayat Sinjai pada Puncak HJS ke-456

Berita Bersatu
26 Februari 2026

Ketua DPRD Sinjai Andi Jusman


BERITABERSATU.COM, SINJAI – Suasana khidmat menyelimuti lokasi puncak perayaan Hari Jadi Sinjai (HJS) ke-456 tahun ini. Di tengah deretan tamu kehormatan dan antusiasme masyarakat, Ketua DPRD Sinjai, Andi Jusman, tampil ke podium untuk membacakan naskah sejarah singkat Kabupaten Sinjai, jumat (27/2/2026) 


Momen ini menjadi salah satu prosesi paling sakral dalam upacara peringatan tersebut. Dengan suara lantang dan penuh penghayatan, Andi Jusman membawa hadirin kembali ke masa silam, merajut memori kolektif tentang terbentuknya daerah yang dijuluki Bumi Panrita Kitta ini.


Dalam pembacaan sejarah tersebut, Andi Jusman mengulas titik balik penting berdirinya Sinjai yang berakar dari persatuan kerajaan-kerajaan lokal. Beberapa poin utama yang disampaikan meliputi Eksistensi Kerajaan, dengan Sejarah panjang yang melibatkan federasi kerajaan di wilayah Tellu Limpoe (Tondong, Bulo-Bulo, dan Lamatti) serta Pitu Limpoe, serta Semangat Perlawanan, Bagaimana para pendahulu Sinjai mempertahankan harkat dan martabat tanah kelahiran dari cengkeraman kolonialisme, dan Perjalanan Sinjai melintasi berbagai zaman hingga menjadi kabupaten yang modern namun tetap memegang teguh nilai religius dan adat.


"Pembacaan sejarah ini bukan sekadar rutinitas seremoni, melainkan upaya kita untuk menolak lupa. Di usia ke-456 ini, kita berpijak pada fondasi kuat yang telah diletakkan oleh para leluhur," ujar Andi Jusman usai prosesi tersebut.


Perayaan HJS ke-456 kali ini mengusung semangat akselerasi pembangunan dan penguatan budaya lokal. Kehadiran tokoh-tokoh penting provinsi dan daerah menambah bobot prestise acara yang berlangsung meriah namun tetap sarat makna edukasi bagi generasi muda Sinjai.


Melalui narasi sejarah yang dibacakan, diharapkan masyarakat khususnya kaum milenial dan Gen Z, dapat memahami identitas diri mereka sebagai orang Sinjai yang memiliki karakter tangguh dan berintegritas. (AdsK