Angin Segar bagi Ribuan Warga Gampingan: Polemik Limbah PT Ekamas Fortuna Temukan Titik Terang -->
Cari Berita

Advertisement

Masukkan iklan banner 970 X 90px di sini

Angin Segar bagi Ribuan Warga Gampingan: Polemik Limbah PT Ekamas Fortuna Temukan Titik Terang

Berita Bersatu
26 Februari 2026

 

Tokoh masyarakat Desa Gampingan, H. Rofii Iswahyudi

BERITABERSATU.COM, MALANG – Harapan besar menyelimuti warga Desa Gampingan dan Desa Sumberejo, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang. Setelah sempat tertahan dalam polemik pemilahan sampah, mediasi antara tokoh masyarakat dengan PT Ekamas Fortuna yang difasilitasi oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Malang akhirnya membuahkan hasil positif.


Targetnya jelas, memulihkan ekonomi ribuan warga yang menggantungkan hidup dari aktivitas pemilahan limbah plastik.


Tokoh masyarakat Desa Gampingan, H. Rofii Iswahyudi atau yang akrab disapa Abah Rofii, mengonfirmasi bahwa mediasi tersebut telah menghasilkan kesepakatan krusial. Kedepannya, pengelolaan sampah akan dilakukan melalui badan hukum baru, yakni PT Tiga Bersaudara.


"Hasil mediasi membahas bahwa sampah akan kembali dikeluarkan dan dikelola seperti semula. Namun, sesuai arahan DLH, pengolahan ke depan harus melalui PT Tiga Bersaudara sebagai payung hukum resminya," jelas Abah Rofii, Jumat (27/2/2026).


Saat ini, proses perizinan sedang ditempuh dan ditargetkan rampung dalam waktu dekat. "Insyaallah, pertengahan bulan puasa urusan legalitas ini selesai, sehingga warga bisa segera kembali bekerja memilah," tambahnya.


Mengingat posisi Desa Gampingan yang kini menjadi sorotan nasional dengan adanya SMA Taruna Nusantara, Abah Rofii mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan aksi-aksi yang dapat merusak kondusifitas wilayah.


"Saya menghimbau agar masyarakat jangan melakukan hal-hal yang tidak diinginkan seperti demo. Desa kita ini ikon Kabupaten Malang, semua mata tertuju ke sini. Kita harus jaga ketenangan dan kenyamanan bersama," tegasnya.


Polemik ini ternyata berdampak luas. Abah Rofii mengungkapkan bahwa jika masalah ini tak kunjung usai, berbagai program sosial tahunan yang dinanti warga terancam mandek. Mulai dari santunan untuk jamaah tahlil, takmir masjid, hingga program Umroh Gratis yang rutin digelar.


"Jika masalah ini belum selesai, pastinya berdampak pada program-program itu. Itulah mengapa saya mohon doa dari seluruh lapisan masyarakat agar proses ini cepat rampung," urainya.


Bagi warga setempat, pemilahan limbah bukan sekadar pekerjaan sampingan, melainkan urat nadi ekonomi keluarga. Salah satu warga yang enggan disebutkan namanya mengaku sangat menggantungkan hidup dari aktivitas ini selama bertahun-tahun.


"Dari memilah itulah saya bisa menghidupi keluarga. Itu adalah sandaran keringat kami. Kami berdoa agar masalah ini lekas selesai dan Abah Rofii diberi kesehatan agar program umroh serta santunan bisa berjalan lagi," ungkapnya penuh harap.


Kini, ribuan warga menanti dengan optimisme tinggi agar aktivitas ekonomi di sekitar kawasan pabrik PT Ekamas Fortuna dapat kembali berdenyut, membawa kesejahteraan yang sempat tertunda.

Reporter: Yanti