Aksi GPPLR Blokade Trans Sulawesi di Baebunta, Desak Pemekaran Provinsi Luwu Raya -->
Cari Berita

Advertisement

Masukkan iklan banner 970 X 90px di sini

Aksi GPPLR Blokade Trans Sulawesi di Baebunta, Desak Pemekaran Provinsi Luwu Raya

Berita Bersatu
17 Februari 2026

Aksi GPPLR Blokade Trans Sulawesi di Baebunta

BERITABERSATU.COM, LUWU UTARA – Massa yang tergabung dalam Gerakan Perjuangan Provinsi Luwu Raya (GPPLR) kembali menggelar aksi demonstrasi dengan memblokade jalan poros Trans Sulawesi di Desa Radda, Kecamatan Baebunta, Kabupaten Luwu Utara, Selasa (17/02/2026).


Aksi tersebut menyebabkan akses utama Trans Sulawesi lumpuh total. Massa aksi membentangkan spanduk di badan jalan serta membakar ban sebagai bentuk protes terhadap kebijakan moratorium pemekaran daerah.


Suharto selaku orator dalam aksi itu menyampaikan permohonan maaf kepada para pengguna jalan yang terdampak akibat pemblokiran tersebut. Ia menegaskan, langkah tersebut merupakan simbol perlawanan terhadap kebijakan pemerintah yang membatasi pemekaran Provinsi Luwu Raya.


“Perlakuan ini dilakukan sebagai simbol perlawanan terhadap kebijakan moratorium yang membatasi pemekaran Provinsi Luwu Raya,” ujar Suharto dalam orasinya.


Mantan Ketua KNPI Kabupaten Luwu Utara itu juga menegaskan bahwa aksi demonstrasi akan terus dilakukan hingga tuntutan pemekaran Provinsi Luwu Raya direalisasikan.


Menurutnya, kondisi keterisolasian yang dialami sejumlah wilayah di Luwu Raya menjadi alasan utama perjuangan tersebut. Ia mencontohkan Kecamatan Seko dan Kecamatan Rampi yang disebutnya masih mengalami keterbatasan akses terhadap kebutuhan dasar seperti gas LPG dan BBM subsidi.


“Dengan memblokade jalan ini tidak sebanding dengan penderitaan saudara-saudara kita di Seko dan Rampi. Mereka sudah puluhan tahun, bahkan sejak Indonesia merdeka, belum merasakan gas LPG dan BBM subsidi,” ungkapnya.


Suharto juga menyindir keluhan sebagian pengguna jalan yang terjebak antrean akibat aksi tersebut. Ia menyebut perjuangan yang dilakukan massa merupakan bentuk penyampaian aspirasi demi percepatan pembentukan Provinsi Luwu Raya.


Hingga berita ini diturunkan, arus lalu lintas di lokasi aksi dilaporkan masih mengalami gangguan, sementara aparat kepolisian terlihat berjaga untuk mengamankan jalannya demonstrasi. (Kaisar