Lawan Kecanduan Gadget, Desa Senggreng Sulap Embung Ngrancah Jadi Wisata Edukasi -->
Cari Berita

Advertisement

Masukkan iklan banner 970 X 90px di sini

Lawan Kecanduan Gadget, Desa Senggreng Sulap Embung Ngrancah Jadi Wisata Edukasi

Berita Bersatu
25 Januari 2026

Kepala Desa Senggreng, Rendyta Witrayani Setyawan


BERITABERSATU.COM, MALANG – Desa Senggreng, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, terus melahirkan inovasi segar. Kali ini, pemerintah desa setempat menyulap kawasan Embung Ngrancah menjadi ruang publik hijau yang tidak hanya cantik secara visual, tetapi juga memiliki misi sosial: menekan ketergantungan warga, terutama anak-anak, terhadap gadget.


Kepala Desa Senggreng, Rendyta Witrayani Setyawan, menjelaskan bahwa pengembangan embung ini merupakan upaya pemberdayaan masyarakat dengan memaksimalkan potensi alam dan tradisi lokal.


"Komponen pentingnya adalah masyarakat desa berperan sebagai subjek penggerak utama. Kami ingin anak-anak dan orang dewasa tidak hanya melihat, tapi merasakan kehidupan desa dan sadar akan budaya serta lingkungan," ujar Rendyta, Sabtu (24/1).


Pengembangan destinasi ini tidak dilakukan setengah-setengah. Dengan dukungan penuh dari tokoh masyarakat, Bumdes, Pemerintah Kecamatan, hingga Dinas PU Sumber Daya Air Kabupaten Malang, Desa Senggreng mengusung konsep Sustainable Tourism (wisata berkelanjutan) dan Community Based Development. 


Saat ini, Desa Senggreng sedang menapaki tahapan dari desa wisata rintisan menuju desa wisata maju. Kolaborasi "Pentahelix" yang melibatkan pemerintah, bisnis, komunitas, akademisi, hingga media pun terus diperkuat.


"Kami menggandeng Dinas Pariwisata untuk pendampingan, terutama bagi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Yang pasti, akan ada wahana-wahana menarik yang kami siapkan untuk masyarakat," tambah Rendyta.


Lebih dari sekadar tempat hiburan, Embung Ngrancah diproyeksikan menjadi wadah belajar dan berinteraksi (sharing). Tujuannya jelas: membentuk karakter remaja yang berdaya saing tanpa mencabut mereka dari akar budaya dan keaslian lingkungan.


Dengan suasana asri dan fasilitas yang memadai, diharapkan warga memiliki alternatif kegiatan positif di luar ruangan, sehingga penggunaan gawai yang berlebihan dapat diminimalisir secara alami.

(Yanti/Red)