![]() |
| Kriminalitas Meningkat di Mimika, Akademisi dan Aktivis Prodem Desak Polisi Perkuat Pengamanan |
BERITABERSATU.COM, TIMIKA – Maraknya kasus kriminalitas berupa pembunuhan, pembegalan, dan penikaman di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, kian menjadi perhatian publik. Dalam beberapa tahun terakhir, tren kejahatan di wilayah yang dikenal sebagai Kota Emas itu dilaporkan mengalami peningkatan dan memicu rasa tidak aman di tengah masyarakat.
Kondisi tersebut mendapat sorotan dari akademisi sekaligus Aktivis Pro Demokrasi (Prodem), Ardiansyah Jumaedi Nasir. Ia menyampaikan keprihatinannya terhadap situasi keamanan di Mimika yang dinilai semakin memburuk dan mempertanyakan efektivitas langkah pengawasan serta pencegahan yang dilakukan oleh Kepolisian Resor (Polres) Mimika.
Sebagai putra daerah yang lahir dan besar di Timika, Ardiansyah menegaskan bahwa meningkatnya angka kriminalitas bukan sekadar persoalan statistik, melainkan menyangkut keselamatan jiwa dan stabilitas sosial masyarakat. Menurutnya, situasi ini harus menjadi perhatian serius seluruh pihak, khususnya aparat penegak hukum.
“Keamanan adalah kebutuhan dasar masyarakat. Ketika kasus kriminal terus meningkat, maka yang terancam bukan hanya ketertiban umum, tetapi juga rasa aman warga dalam menjalani aktivitas sehari-hari,” ujar Ardiansyah.
Ia secara terbuka mendesak Kapolres Mimika, AKBP Billyandha Hildiario Budiman, S.I.K., M.H., untuk segera mengambil langkah konkret dan terukur guna menjamin keamanan wilayah. Ardiansyah menilai perlu adanya peningkatan patroli di titik-titik rawan, penguatan kehadiran aparat di ruang publik, serta pengaktifan kembali peran Bhabinkamtibmas sebagai ujung tombak kepolisian yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Selain itu, ia juga mendorong pelaksanaan program edukasi berbasis pencegahan kejahatan serta penegakan hukum yang tegas dan tanpa pandang bulu terhadap para pelaku tindak kriminal.
“Rasa aman merupakan hak konstitusional setiap warga negara yang wajib dijamin oleh negara. Karena itu, aparat kepolisian harus hadir secara profesional, responsif, dan humanis,” tegasnya.
Ardiansyah berharap, melalui langkah-langkah konkret dan sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, serta masyarakat, Kabupaten Mimika dapat kembali menjadi wilayah yang aman dan kondusif, sehingga warga dapat menjalankan aktivitas tanpa dibayangi rasa takut.
Laporan: Ryan


