Kemacetan di Luwu Raya Dinilai Jadi Bencana Kemanusiaan, BPBD Didesak Turun Tangan -->
Cari Berita

Advertisement

Masukkan iklan banner 970 X 90px di sini

Kemacetan di Luwu Raya Dinilai Jadi Bencana Kemanusiaan, BPBD Didesak Turun Tangan

Berita Bersatu
26 Januari 2026

Saldi Kaso Mantan Ketua PB IPMIL Raya


BERITABERSATU.COM, LUWU RAYA — Kemacetan panjang yang melumpuhkan arus lalu lintas di sejumlah titik wilayah Luwu Raya dinilai telah berkembang menjadi bencana kemanusiaan bagi para pengguna jalan. Kondisi tersebut mendapat sorotan serius dari Saldi Kaso, mantan Ketua Pengurus Besar Ikatan Pelajar Mahasiswa Indonesia Luwu Raya (PB IPMIL Raya).


Saldi menegaskan bahwa situasi yang terjadi saat ini tidak lagi dapat dipandang sebagai persoalan teknis lalu lintas semata, melainkan telah berdampak langsung terhadap keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat yang terjebak kemacetan dalam waktu lama.


“Kondisi hari ini sudah masuk kategori bencana kemanusiaan. Banyak pengguna jalan kelelahan, kekurangan makan, minum, serta kebutuhan pokok lainnya. Ini menjadi tanggung jawab pemerintah daerah melalui BPBD,” ujar Saldi, Selasa (27/01/2026).


Ia meminta agar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di seluruh wilayah Luwu Raya segera mengambil langkah tanggap darurat, termasuk menggelontorkan anggaran bencana untuk membantu masyarakat terdampak.


Menurut Saldi, bantuan darurat harus difokuskan pada penyediaan makanan, minuman, pakaian, serta kebutuhan pokok lainnya, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan perempuan.


“BPBD dibentuk untuk menangani situasi darurat yang mengancam keselamatan manusia. Ketika masyarakat terjebak berjam-jam tanpa kepastian di jalan, negara wajib 
hadir,” tegasnya.


Saldi Kaso diketahui merupakan mahasiswa pasca sarjana Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, yang aktif dalam kajian sosial, kebijakan publik, dan isu-isu kemanusiaan di kawasan Luwu Raya. Selain pernah memimpin PB IPMIL Raya, ia juga kerap menyuarakan aspirasi masyarakat melalui berbagai forum akademik dan sosial.


Ia mendorong adanya koordinasi lintas pemerintah daerah di Luwu Raya, mengingat dampak kemacetan tidak hanya dirasakan oleh warga setempat, tetapi juga pengguna jalan antarwilayah dan antarprovinsi.


Saldi berharap pemerintah daerah segera menetapkan langkah tanggap darurat secara terukur agar penanganan kemanusiaan dapat dilakukan cepat dan tepat sasaran.


“Jangan menunggu jatuhnya korban. Keselamatan dan kemanusiaan harus menjadi prioritas utama,” pungkasnya. (Kaisar)