![]() |
| Ketua DPRD Sinjai Andi Jusman Basuh Bilah Pusaka di Ritual Mattompang Benteng Balangnipa |
BERITABERSATU.COM, SINJAI – Nuansa sakral dan penuh khidmat menyelimuti Benteng Balangnipa, Kecamatan Sinjai Utara, Sabtu (6/6/2026). Di tengah prosesi adat Mattompang Pusaka, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sinjai, Andi Jusman, tampil sebagai salah satu figur penting yang secara langsung melakukan ritual pencucian bilah pusaka peninggalan leluhur.
Keterlibatan aktif orang nomor satu di DPRD Sinjai ini menegaskan dukungan penuh lembaga legislatif terhadap pelestarian adat, budaya, dan sejarah bumi Panrita Kitta.
Menurut Andi Jusman, tradisi Mattompang Pusaka bukan sekadar ritual simbolis membersihkan benda magis, melainkan sebuah refleksi nilai kehidupan yang mendalam bagi masyarakat Sinjai.
“Sebagai Ketua DPRD, saya merasa memiliki tanggung jawab moral untuk ikut menjaga warisan budaya ini. Tradisi Mattompang Pusaka adalah identitas kita, yang harus kita rawat bersama agar tetap hidup di tengah masyarakat,” tegas Andi Jusman usai prosesi.
Ia menambahkan, di dalam sebilah pusaka terkandung pesan filosofis tentang kehormatan, keberanian, dan persatuan. Nilai-nilai inilah yang harus terus dirawat oleh generasi masa kini.
Lebih lanjut, Andi Jusman memastikan bahwa DPRD Sinjai akan terus membangun sinergi kuat dengan pemerintah daerah serta komunitas adat demi mendukung program-program pelestarian budaya. Di matanya, tradisi tahunan ini punya nilai plus jika dikelola dengan maksimal.
Selain sarat nilai historis, Mattompang Pusaka dinilai berpotensi besar menjadi magnet wisata budaya yang mampu mendongkrak roda perekonomian lokal.
“Pelestarian budaya harus berjalan seiring dengan pembangunan daerah. Dengan menjadikan tradisi sebagai daya tarik wisata, kita bisa memperkenalkan Sinjai ke kancah yang lebih luas, sekaligus menjaga akar budaya kita agar tidak tergerus zaman,” tuturnya optimistis.
Kehadiran dan keterlibatan langsung Andi Jusman dalam ritual ini seolah mengirimkan pesan kuat. DPRD Sinjai tidak hanya fokus pada fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan, tetapi juga menaruh perhatian besar pada penguatan jati diri masyarakat melalui warisan leluhur.
Prosesi Mattompang Pusaka tahun ini pun terbilang sukses dan berlangsung meriah. Suksesnya acara ini berkat kolaborasi apik antara pemerintah daerah, pemangku adat, tokoh masyarakat, serta dukungan penuh dari komunitas Karpet Kuning.
Sinergi lintas elemen ini diharapkan mampu menjadi fondasi kokoh agar tradisi luhur di Kabupaten Sinjai tetap lestari dan terjaga hingga generasi mendatang. (Ads)


