![]() |
| kick-off dan penandatanganan kontrak |
BERITABERSATU.COM, MAKASSAR -- Untuk ketiga kalinya secara beruntun (2024, 2025, dan 2026), Unit Kegiatan Mahasiswa Keilmuan dan Penalaran Ilmiah (UKM KPI) Universitas Hasanuddin berhasil meloloskan diri dalam seleksi Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa). Prestasi ini semakin mengukuhkan posisi UKM KPI sebagai organisasi kemahasiswaan yang konsisten dalam pengabdian masyarakat.
Kesiapan tim untuk mengabdi di Kabupaten Bone ditegaskan melalui acara kick-off dan penandatanganan kontrak yang digelar Senin (1/6/2026) di Arsjad Rasjid Lecture Theater. Sebanyak empat tim resmi dilepas dalam kegiatan tersebut, salah satunya adalah tim UKM KPI Unhas yang akan mengusung program "Mannennungeng: Smart Hydro Loop" di Desa Kajaolaliddong, Kecamatan Barebbo, Kabupaten Bone.
Fadel Muhammad S., selaku Ketua Tim PPK Ormawa UKM KPI Unhas 2026, turut menandatangani kontrak pendanaan. Ia menegaskan target pengabdian di Bone, "Kami siap tinggal bersama petani dan membantu mereka. Target kami adalah meningkatkan hasil panen padi dari 3 ton menjadi 5 ton per hektare, menghemat air hingga 25 persen, serta menekan pemakaian pupuk kimia hingga 50 persen. Program Mannennungeng lahir dari hasil diskusi dengan masyarakat Bone dan akan dijalankan dengan teknologi ramah lingkungan."
Ketua Umum UKM KPI Unhas, Aydil Fitra Mulya, menyatakan bahwa keberhasilan tiga tahun berturut-turut ini menunjukkan konsistensi serta kapasitas organisasi. "Setelah sebelumnya mengabdi di Maros dan Soppeng, kini giliran Bone. Kami tidak hanya membawa program, tetapi juga komitmen untuk memberdayakan petani secara berkelanjutan. Kick-off ini bukan sekadar acara seremonial, melainkan awal dari tanggung jawab besar. UKM KPI telah tiga tahun berturut-turut menjalankan PPK Ormawa, dan kami siap memberikan yang terbaik untuk warga Desa Kajaolaliddong," ujarnya.
Direktur Kemahasiswaan Universitas Hasanuddin, Abdullah Sanusi, S.E., M.B.A., Ph.D., dalam sambutannya memberikan apresiasi terhadap semangat pengabdian para mahasiswa. "PPK Ormawa adalah wadah bagi mahasiswa untuk belajar menjadi agen perubahan. Saya berharap tim yang bertugas di Bone nanti dapat meninggalkan warisan nyata—bukan sekadar program yang selesai, melainkan ekosistem pertanian yang terus hidup," tuturnya.
Dosen pendamping, Muh. Adnan Kasogi, S.Sos., M.Si., menambahkan bahwa pengalaman dua tahun sebelumnya menjadi bekal yang sangat berharga. "Kami telah belajar dari Maros dan Soppeng. Kini di Bone, kami semakin matang. Program ini tidak hanya menyangkut teknologi, tetapi juga pemberdayaan manusia. Kami optimis para petani di Bone akan merasakan manfaat jangka panjang," jelasnya.
Setelah proses penandatanganan kontrak rampung, tim akan mulai bergerak menuju lokasi pada bulan Juni hingga September 2026. Rangkaian kegiatan yang direncanakan meliputi pelatihan perakitan alat IoT, pengolahan limbah pertanian dan peternakan, pendampingan teknis, hingga pelaksanaan panen perdana. UKM KPI Unhas berharap program Mannennungeng dapat menjadi model pertanian cerdas yang lahir dari kebutuhan masyarakat Bone serta dapat ditiru dan diterapkan di daerah-daerah lain. (**)


