![]() |
| Talud di bantaran Sungai Bottompare di Kelurahan Bongki yang ambruk |
SINJAI, BB – Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Sinjai kembali memicu bencana. Hujan deras yang mengguyur sejak Sabtu malam mengakibatkan bantaran Sungai Bottompare di Kelurahan Bongki, Kecamatan Sinjai Utara, mengalami longsor pada Minggu (10/5/2026) pagi.
Insiden yang terjadi sekitar pukul 08.00 WITA ini dilaporkan mengancam dua unit bangunan milik warga. Kondisi tanah yang labil ditambah gerusan arus sungai yang kuat membuat pondasi bangunan kini dalam posisi menggantung dan rawan ambruk.
Berdasarkan data dari BPBD Kabupaten Sinjai, wilayah Sinjai Utara diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang selama lebih dari 15 jam, terhitung sejak Sabtu pukul 19.00 WITA.
Tingginya debit air sungai memicu gerusan pada talud penahan tebing sepanjang 12 meter dengan ketinggian 5 meter. Akibatnya, konstruksi talud tersebut ambruk total dan menyebabkan tanah di bawah pemukiman terkikis habis.
Meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, dampak kerugian materiil dan ancaman keselamatan warga cukup signifikan. Satu unit rumah tinggal milik warga bernama Semin (1 KK, 2 jiwa) dan satu unit bangunan sarang burung walet kini berada di bibir jurang longsor. Talud penahan tebing sungai mengalami rusak berat, serta Tanah di sekitar lokasi masih sangat labil dan rawan terjadi longsor susulan jika hujan kembali turun.
"Saat ini kondisi bangunan sangat rawan karena pondasinya sudah menggantung. Jika terjadi hujan susulan dengan intensitas tinggi, dikhawatirkan bangunan tersebut akan ikut terperosok ke sungai," tulis laporan resmi BPBD Sinjai.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Sinjai telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pendataan dan pemantauan visual. Pihak BPBD juga telah berkoordinasi dengan BNPB dan BPBD Provinsi Sulawesi Selatan untuk penanganan lebih lanjut.
Pemerintah setempat mengimbau warga agar Tetap Waspada, Terutama bagi warga yang tinggal di sepanjang bantaran sungai, tetap Memperhatikan peringatan dini cuaca dari BMKG, dan Mengantisipasi kemungkinan evakuasi mandiri jika tanda-tanda longsor susulan kembali terlihat.
Untuk mencegah kerusakan yang lebih luas, diperlukan penanganan darurat berupa pemasangan bronjong atau pembangunan kembali talud permanen secara cepat. Saat ini, cuaca di lokasi terpantau berawan, namun awan mendung masih menyelimuti wilayah Sinjai, menandakan potensi hujan susulan masih tinggi. (**)


