Latih Ketangkasan Penyelamatan Nyawa, Pegawai Pemkab Sinjai 'Digembleng' Simulasi BHD -->
Cari Berita

Advertisement

Masukkan iklan banner 970 X 90px di sini

Latih Ketangkasan Penyelamatan Nyawa, Pegawai Pemkab Sinjai 'Digembleng' Simulasi BHD

Berita Bersatu
06 Mei 2026

Pegawai Pemkab Sinjai 'Digembleng' Simulasi BHD


BERITABERSATU.COM, SINJAI – Kondisi darurat medis seperti henti jantung atau henti napas bisa menyerang siapa saja, kapan saja, dan di mana saja. Menyadari krusialnya "Golden Hour" atau waktu emas penyelamatan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sinjai melalui Dinas Kesehatan kembali menggelar hari kedua In House Training Bantuan Hidup Dasar (BHD), Kamis (07/05).


Berbeda dengan hari pertama yang sarat akan teori, agenda hari kedua ini menjadi ajang pembuktian bagi para pegawai lingkup Pemkab Sinjai. Mereka ditantang melalui simulasi praktik langsung dan penilaian keterampilan yang ketat.


Kerja sama apik antara Dinas Kesehatan Sinjai, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Cabang Sinjai ini menghadirkan instruktur profesional untuk membimbing peserta. Fokus utama hari ini adalah ketepatan teknik dan kecepatan respons.


"Keberhasilan Bantuan Hidup Dasar tidak hanya ditentukan oleh seberapa jauh kita paham teori, tapi seberapa tepat dan cepat tindakan kita saat menghadapi situasi darurat di lapangan," ujar salah satu instruktur di sela-sela simulasi.


Sekretaris Daerah sekaligus Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sinjai menekankan bahwa kemampuan BHD adalah *skill* wajib bagi seluruh aparatur. Menurutnya, pegawai pemerintah harus mampu menjadi garda terdepan sebelum tenaga medis tiba di lokasi.


Dalam sambutannya, beliau memaparkan harapan besar bagi para peserta, agar Menjadi teladan dalam penanganan situasi darurat, Membantu tenaga medis dalam upaya penyelamatan awal, Menyebarkan edukasi kesehatan terkini kepada masyarakat, dan Menjadi pihak pertama yang sigap mendeteksi kegawatdaruratan di lingkungan kerja.


“Kami berharap peserta mampu memberikan tindakan cepat dan tepat sebagai upaya penyelamatan awal sebelum korban mendapatkan penanganan medis lebih lanjut,” tegasnya.


Pelatihan ini bukan sekadar rutinitas formalitas. Pemkab Sinjai memiliki misi besar untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dengan aparatur yang sigap, siaga, dan peduli.


Dengan berakhirnya pelatihan ini, para pegawai diharapkan tidak lagi panik saat menemui kondisi darurat, melainkan langsung beraksi melakukan prosedur penyelamatan yang benar demi menekan risiko fatalitas akibat keterlambatan penanganan. (Ads)