Jamin Keamanan Idul Adha, DKPP Jember Kerahkan Tim Medis ke 31 Kecamatan -->
Cari Berita

Advertisement

Masukkan iklan banner 970 X 90px di sini

Jamin Keamanan Idul Adha, DKPP Jember Kerahkan Tim Medis ke 31 Kecamatan

Berita Bersatu
26 Mei 2026

Kepala Bidang Kesehatan Hewan DKPP Jember, drh. Henry Kurniawan


BERITABERSATU.COM, JEMBER -- Menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha, Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan, dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Jember telah menyiapkan berbagai langkah dan strategi pengawasan untuk memastikan seluruh hewan kurban yang diperjualbelikan dan disembelih masyarakat berada dalam kondisi sehat, prima, serta bebas dari penyakit menular, termasuk jenis penyakit yang bisa berpindah dari hewan ke manusia atau yang biasa disebut zoonosis. 


Langkah antisipatif ini disusun secara menyeluruh, mulai dari lokasi peternakan hingga tempat penjualan, guna memberikan jaminan keamanan dan ketenangan bagi seluruh warga.

 

Kepala Bidang Kesehatan Hewan DKPP Jember, drh. Henry Kurniawan, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyusun rencana kerja dan peta jalan pengawasan yang terstruktur dan menyeluruh. Pengawasan tidak hanya dilakukan di satu titik saja, tetapi mencakup seluruh tahapan, mulai dari pemeriksaan awal di lokasi peternakan milik warga, hingga pengecekan mendadak ke lapak-lapak penjualan hewan yang dibuka secara musiman menjelang hari raya.

 

“Kami mengedepankan prinsip keterbukaan dan keamanan pangan sebagai hal yang utama. Seluruh tenaga medis dan paramedik veteriner yang kami miliki sudah kami sebarkan dan tempatkan di seluruh 31 wilayah kecamatan yang ada di Kabupaten Jember, untuk melakukan pemeriksaan dan pengecekan kondisi kesehatan secara ketat dan cermat,” ungkap drh. Henry Kurniawan saat melakukan kegiatan pengecekan langsung di lapangan pada Jumat (22/5/2026).

 

Ia menjelaskan bahwa pemeriksaan kondisi fisik hewan menjadi langkah paling awal dan utama dalam upaya mendeteksi kelayakan hewan kurban. Ada tiga poin utama yang dijadikan sebagai acuan dan standar penilaian bagi para tim dokter hewan yang bertugas di lapangan.

 

Pertama adalah pemeriksaan fisik secara umum. Tim akan memastikan hewan dalam keadaan berjalan sehat dan tidak pincang, memiliki mata yang terang dan jernih, bagian cermin hidung dalam keadaan basah atau lembab yang menandakan tubuh sehat, serta kondisi bulu yang terlihat bersih dan tidak kusam.

 

Kedua, pengecekan untuk mengantisipasi kemungkinan adanya gejala penyakit yang umum ditemukan pada hewan ternak, seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta penyakit kulit atau yang dikenal dengan sebutan Lumpy Skin Disease (LSD). Deteksi dini terhadap gejala kedua penyakit ini menjadi hal yang sangat penting untuk mencegah penyebaran dan memastikan hewan benar-benar aman untuk dikonsumsi maupun dipelihara.

 

Ketiga, verifikasi dan pengecekan usia hewan, untuk memastikan bahwa hewan yang dijual dan disembelih sudah masuk dalam kategori cukup umur sesuai dengan ketentuan syariat Islam. Salah satu tanda yang paling mudah dilihat untuk memastikan hal ini adalah dengan memeriksa pertumbuhan gigi, di mana hewan yang sudah cukup umur ditandai dengan sudah tumbuhnya sepasang gigi tetap.

 

Selain berfokus pada aspek kesehatan dan kebersihan, drh. Henry juga menegaskan bahwa jaminan kesehatan hewan kurban ini ternyata memiliki dampak langsung yang sangat positif terhadap pertumbuhan ekonomi para pelaku usaha dan peternak di wilayah Jember. Menurutnya, ketika pemerintah daerah mampu memberikan jaminan dan kepastian bahwa seluruh hewan yang ada di wilayah ini dalam kondisi sehat dan layak, maka tingkat kepercayaan pasar, baik yang berasal dari dalam daerah maupun dari luar wilayah Jember, akan meningkat dengan sangat pesat.

 

“Kabupaten Jember ini dikenal sebagai salah satu daerah pemasok hewan ternak yang kualitasnya sudah diakui dan diperhitungkan. Ketika kesehatan dan kelayakan hewan kita sudah terjamin dan dibuktikan dengan keluarnya Surat Keterangan Kesehatan Hewan atau SKKH, maka para pedagang maupun pembeli tidak akan lagi merasa ragu untuk melakukan transaksi dalam jumlah dan skala yang besar,” jelasnya.

 

Lebih jauh ia menambahkan, hal inilah yang kemudian memicu efek berganda atau dampak berantai yang sangat menguntungkan bagi para peternak rakyat yang sebagian besar usahanya berada di wilayah pedesaan. Dengan semakin tingginya minat dan kepercayaan pembeli, maka perputaran uang dan modal di lingkungan masyarakat akan berjalan semakin cepat dan lancar. Dampak akhirnya tentu saja adalah pendapatan dan kesejahteraan para peternak di wilayah Kabupaten Jember akan ikut meningkat dan terdongkrak naik secara signifikan menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha tahun ini. (Tahrir